Catatan Editor

 

PERCAYA DIRI

Mengambil tulisan dari buku karangan drg.Wismiarti Tamin, pendiri sekolah Al-Falah, bahwa membangun pola interaksi dengan anak yang berkualitas, maka anak akan mempunyai kepercayaan diri yang juga berkualitas.

Memang sifat percaya diri, ada yang berasal dari lahir dan ada juga yang berkembang selama manusia berusaha. Namun, ternyata pola interaksi yang benar juga dapat menimbulkan sifat percaya diri dengan sendirinya.

Orang yang berhasil membangun pola interaksi dengan diri sendiri, dia juga akan berhasil membangun pola interaksi dengan orang lain dengan baik. Sebaliknya, orang yang belum mampu membangun pola interaksi dengan diri sendiri akan bermasalah ketika berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimana sih pola interaksi ? yaitu cara kita berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain. Misalnya, jika kita merasa lapar, kemudian makan kerupuk banyak, maka kamu akan merasa kenyang, tapi gizinya tetap tidak ada. Berarti pola interaksi dengan diri sendirinya salah.

Sama halnya dengan pola interaksi dengan anak. Ibu bicara anak menjawab, itu merupakan satu siklus. Ibu bicara lagi, kemudian anak menjawab lagi menjadi ganda. Jika pola bicara berlangsung bermutu beberapa siklus, suara tetap tenang dan pengertian terbangun, maka pola interkasi ibu dan anak menjadi berkualitas.

Dan hal ini yang membuat pola interaksi yang berkualitas harus ditanamkan di rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan kerja sejak dini. Sehingga akan menghasilkan manusia-manusia dengan sifat percaya diri yang sangat baik.
Ingin tau lebih banyak lagi mengenali cara membangun sifat percaya diri yang berkualitas ? simak itjeher.com bulan November 2019 yang akan membahas topik menarik ini untuk kelangsungan hidup kamu lebih baik lagi.

Canti Sari

Pemimpin Redaksi