Artikel Terbaru

Desainer Busana Muslim Indonesia Di Pasar Dunia

Kini pilihan busana muslim semakin beragam, bahkan menjadi pakaian yang trendi dan kekinian. Banyak desainer yang berlomba-lomba membuat busana muslim yang keren tanpa mengesampingkan kaidah islam yang sudah ditentukan. Tidak sedikit yang juga berhasil memasarkan rancangannya hingga ke pasar internasional.

Menurut pengamat mode, Khairriyah Sari, rancangan modest wear yang banyak diminati di luar negeri adalah berupa mix and match, jadi sesuatu yang bisa digunakan berkali-kali dengan tampilan akhir yang berbeda-beda. Dan berdasarkan perbincangan beberapa pencinta busana muslim di negara lain, desainer muslim Indonesia sudah mulai dijadikan inspirasi dan idola karena rancangannya yang modern dan trendi.

Berikut beberapa desainer ibukota yang sudah melebarkan sayapnya hingga mancanegara.

Ria Miranda

Salah satu perancang busana muslim yang dianggap menciptakan tren modest wear di tanah air adalah Ria Miranda atau yang lengkap dengan nama Indria Miranda. Ria kerap mengharumkan nama Indonesia di kancah mancanegara dengan menggelar peragaan busana di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF) 2016 beberapa waktu lalu. Ria dengan 3 lini nya yaitu, Ria Miranda Daily, Ria Miranda, dan Ria Miranda Signature selalu konsisten untuk menghadirkan trademark atau ciri khas. Salah satunya, Ria konsistensi menggunakan warna-warna pastel yang lembut, manis, dan feminin, dengan gaya busana yang simple, modern dan easy to wear. Clean cut yang ditujukan untuk melengkapi koleksi fashion keseharian wanita yang dinamis, fun dan easy going.

Ria Miranda Signature  yang terdiri dari casual luxury modest wear, dibuat elegan dan simple dengan kekuatan detail fabric yang limitted, berkualitas baik. Brand ini memang disiapkan untuk bisa go international. Strategi Ria untuk go internasional, selain terus mengembangkan kreativitas & kekuatan karya desain, pondasi kuat lainnya juga harus dimiliki, seperti distribusi, SDM (sumber daya manusia) dan sebagainya. Strategi untuk go internasional antara lain ikut pameran atau bazaar di luar negeri, mempunyai website yang menarik dan baik juga jadi penopang. Namun Ria tetap ingin fokus dengan potensi pasar lokal terlebih dahulu yang menurutnya belum digarap dengan maskimal. Bila produknya sudah bisa menjadi raja di negeri sendiri  baru perlahan-lahan Ria akan fokus di pasar luar negeri.

 

Dian Pelangi

Sebagai desainer yang produktif dalam menciptakan karya busana muslim, Dian Pelangi tidak ada lelahnya memperkenalkan koleksinya di mata dunia.Sukses mengikuti ajang fashion show kenamaan di New York, Amerika Serikat, HEYA Arabian Fashion Exhibition di Doha, Qatar, International Fashion Showcase (IFS) dan London Fashion Week,  Dian kini mulai mengembangkan koleksinya dengan membuat re-branding agar dapat membentuk citra rancangan yang lebih berkarakter, unik dan modern tanpa meninggalkan ciri khas yang melekat pada koleksi sebelumnya. 4 label terbaru yang masih menggunakan kain nusantara, antara lain  Privé, Krama, Nom, dan Men,  dibuat  lebih menarik dan lebih memenuhi selera pelanggan secara luas lagi. Transformasi lini Dian Pelangi juga meliputi perubahan identitas berupa perubahan filosofi estetika, yang direpresentasikan melalui pembaruan logo, visual merchandising, packaging, konten, serta desain visual website dari Dian Pelangi.

Konsep yang ditawarkan Dian Pelangi terbaru adalah, Privé , yaitu label yang mengedepankan couture fashion, Krama hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin tampil  classy dan elegan, sedangkan Nom menawarkan tampilan yang lebih segar, berjiwa muda, dan berani dalam permainan detail dan motif , dan Men merupakan koleksi modest fashion untuk pria.

Nur Zahra

NurZahra yang digawangi oleh Windri Widiesta Dhari selaku creative directornya, memiliki koleksi yang unik dengan sentuhan etnik Indonesia yang kental. Rancangannya sangat digemari oleh pencinta mode di Jepang dengan potongan asimetris dan layering sebagai ciri khasnya. Pernah mengikuti Mercedes Benz Tokyo Fashion Week, koleksnya terlihat menarik untuk dipakai mereka yang berhijab ataupun tidak. Motif etnik pada rancangannya, menjadi daya tarik yang sesuai dengan selera berpakaian orang-orang Jepang yang suka dengan sesuatu yang unik, bervolume dan bertumpuk. Bahkan kini, koleksi NurZahra tidak hanya bisa diperoleh di Indonesia namun juga dapat diperoleh di Kiei Tokyo (toko online asal Jepang) dan butik Elliya di Malaysia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *