Cara Mengatasi Anak Kamu Bila Berbohong

0
991

Memiliki anak menjadi anugerah yang dimiliki oleh orang tua. Namun, apa jadinya
jika sang anak yang sangat dibanggakan mulai berani berbohong. Jika anak kamu
mulai berbohong, jangan sepenuhnya menyalahkannya. Karena, seorang anak
masih belum mengetahui perbedaan antara kebohongan dan kebenaran.

Kebanyakan anak-anak mulai berbohong untuk menghindari konsekuensi yang
menimbulkan dampak negatif untuk dirinya. Mereka mungkin berbohong
kepada orang dewasa sesuai dengan situasi mereka.

Misalnya saja, jika anak-anak ingin bermain, mereka berbohong tentang pekerjaan rumah mereka. Orang tua harus membuat anak-anak mereka menyadari bahwa berbohong adalah
kebiasaan buruk dan itu akan membuat mereka menjadi memiliki suatu masalah.

Jika anak-anak mulai berbohong maka menjadi tantangan tersendiri untuk semua
orang tua. Untuk mengatasinya, orang tua harus menjadi role model kejujuran.
Dimana, adanya role model ini untuk mengatakan kebenaran setiap harinya. Yang
harus dilakukan yaitu orang tua yang akan menjadi role model kejujuran. Orang
tua harus berkata jujur dengan situasi yang ada. Misalnya saja ada tamu yang
bertandang ke rumah. Jika kamu tidak ingin menemui tamu tersebut, jangan
membuat anak terlibat untuk berbohong dengan mengatakan kamu tidak di
rumah. Berkatalah sesuai dengan kenyataan yang ada.

Selain itu, kamu juga menjelaskan kepada sang anak tentang kebenaran dan
kebohongan. Jika seorang anak mengetahui perbedaan utama antara mengatakan
kebenaran versus berbohong, maka dia tidak akan pernah berbohong dalam
hidupnya. Orangtua harus mengambil langkah-langkah dan menjelaskan

konsekuensi yang didapat jika tidak jujur. Ajarkan anak-anak kamu cara
menyeimbangkan kejujuran dengan belas kasih pada tahap awal. Hal ini adalah
keterampilan sosial paling canggih yang harus dipelajari anak mana pun dalam
hidupnya.

Jika anak kamu terlanjur berbohong, kamu sebagai orang tua harus berani tegas.
Sebagai contoh, katakanlah, ketika kamu menemukan anak kamu berbohong. Beri
mereka satu peringatan atau kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka.
Daripada memarahi anak, kamu minta mereka menceritakan apa yang
sebenarnya terjadi. Juga, buat mereka menyadari bahwa jika mereka ditemukan
berbohong, maka mereka akan menerima hukuman tambahan.

Penulis: Rani Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here