Hari Pendengaran Sedunia 2017

0
610

Gangguan atau penyakit pendengaran yang banyak menimpa masyarakat kota, ternyata menarik perhatian pemerintah Beijing, Cina, untuk membuat Hari Pendengaran Sedunia. Sejak tahun 2007, program ini sudah dijalankan dan diperingati setiap tanggal 3 Maret, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan kesehatan telinga serta pendengaran kepada masyarakat di seluruh dunia.

Telinga  merupakan indera pendengaran yang sangat penting. Dengan telinga, seseorang bisa mendengar suara di sekitarnya dan memberikan reaksi terhadap suara tersebut. Tahun ini di Indonesia, Hari Pendengaran Sedunia mengusung tema “Indonesia Mendengar Masa Depan Gemilang”. Khususnya kepada anak usia dini  hingga generasi muda, harus menjaga kesehatan telinga dan pendengaran, karena hal ini dapat mempengaruhi keterampilan berbicara, komunikasi umum dan serta pencapaian pendidikan yang sangat menentukan peluang kehidupan di masa depan.

Di Indonesia sendiri mempunyai jumlah pengguna aktif telepon pintar semakin meningkat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif telepon pintar di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia adalah  negara dengan pengguna aktif telepon keempat terbesar di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Tingginya angka pengguna telepon pintar di Indonesia perlu mendapat perhatian, karena erat kaitannya dengan risiko gangguan pendengaran. Penggunaan earphone atau headset semakin meningkat di masyarakat. Meningkatnya popularitas earphone berdampak pada  perubahan gaya hidup masyarakat, yaitu gemar   mendengar musik dari smartphone atau perangkat audio lainnya. Dan dengan volume berlebih dalam durasi panjang, dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising (GPAB).

Acara yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ini,  menghadirkan nara sumber, direktur Jenderal P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), dr. H. Mohamad Subuh, MPPM dan Ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL), dr. Soekirman Soekin, Sp.T.H.T.K.L, M-Kes, yang membahas tentang pencegahan gangguan pendengaran yang wajib dilakukan di era sekarang dan masa datang.  Antara lain :

  1. Menghindari lingkungan yang bising
  2. Menghindari suara keras
  3. Menggunakan alat pelindung pendengaran ketika sedang bekerja (earplug/earmuff)
  4. Mengurangi waktu paparan bising dengan mengatur waktu kerja
  5. Mengurangi intensitas atau kekerasan sumber bising pada pekerja industri

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here