Kaitan Bluetooth Earphones dengan Resiko Kanker

0
919
Foto : Pexels itjeher.com
Foto : Pexels itjeher.com

Bluetooth earphones yang tidak menggunakan kabel sebagai penghubung dengan gadget jadi gaya hidup masa kini yang semakin praktis. Namun semakin meningkatnya penggunaan alat ini, semakin banyak pula isu yang beredar mengenai penggunaannya.

Salah satu isu Bluetooth earphones yang harus di cek faktanya adalah tudingan jika teknologi ini dapat menyebabkan kanker pada tubuh.

Anggapan ini berasal dari gelombang radiasi yang memancar dari ektivasi Bluetooth dan langsung mengenai telinga. Gelombang tersebut dituduh dapat mencapai ke otak dan memicu sel kanker untuk berkembang.

BACA JUGA :

Indonesia Fashion Week 2019 Mengangkat Tema Budaya dari Kalimantan

Menanggapi isu ini, Jen Foster, PhD yang merupakan bioengineering di Universitas Pennsylvania menyatakan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Sebagai ahli riset gelombang magnetic, menurutnya pemerintah Amerika sebagai negara asal penghasil teknologi tersebut telah menerapkan aturan yang sangat jelas mengenai standar keamanan jumlah penyerapan radiasi oleh konsumen alat elektronik.

Artinya Bluetooth earphones yang beredar di pasaran memiliki tingkat radiasi yang sudah sesuai. Jika ada, maka gelombangnya sangat rendah dan tidak berbahaya bahkan jika harus bersentuhan dengan kulit sekalipun.

Selain itu antena yang menangkap gelombang transmisi radio tersebut akan terletak di bagian luar telinga pada Bluetooth earphones. Bahkan menurutnya menggunakan alat dengan teknologi Bluetooth untuk menelpon akan lebih mengurangi kemungkinan tubuh terpapar radiasi gelombang daripada menerima telepon langsung dari speaker telepon genggam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here