Diet Karbohidrat yang Ekstrim Berbahaya Bagi Tubuh

0
323
Foto : Pixabay Itjeher.com
Foto : Pixabay Itjeher.com

Diet karbohidrat menjadi sangat popular karena menjanjikan hasil penurunan berat badan yang cepat dan efektif. Diet ini pun semakin banyak jenisnya, tak hanya yang sekedar mengonsumsi rendah karbohidrat saja, melainkan menjadi tanpa karbohidrat sama sekali.

Walau karbohidrat memang jadi tersangka utama penyakit diabetes, menguranginya sama sekali juga dapat menurunkan kualitas kesehatan. Saat diet karbohidrat dengan ekstrim yang terjadi adalah hilangnya nutrisi penting bagi tubuh.

Tanpa karbohidrat, maka kebutuhan vitamin, mineral, antioksidan, serat bahkan prebiotic akan berkurang jauh.

BACA JUGA :

Bleaching Rambut Bisa Menyebabkan Kebotakan?

Musim ke Tiga Stranger Things Laku Keras

Memesan Setelan Jas Lewat Aplikasi Stevano Brill

Faktanya, yang memiliki tubuh sehat lebih pada orang yang diet dengan makanan dasar tumbuh-tumbuhan dan tinggi karbohidrat. Apalagi ada target karbohidrat sebanyak 25gram per hari yang seharusnya dipenuhi.

Jika saat melakukan diet keto mungkin terkena tanda-tanda sakit di kepala, mual hingga otot yang nyeri, maka diet karbohidrat berdampak pada kinerja otak yang membutuhkan 60% karbohidrat yang dikonsumsi tubuh.

Karenanya diet karbohidrat ekstrim sangat tidak disarankan untuk dijalankan dalam waktu panjang. Akan lebih baik jika menjalankan diet yang seimbang dengan kebutuhan tubuh. Misalnya perempuan berusia 40 tahun yang memiliki kelebihan berat badan tentu tidak memiliki porsi sama besarnya dengan perempuan berusia 25 tahun yang lebih tinggi dan aktif.

Untuk memperlancar sirkulasi, tambahkan juga konsumsi minyak tumbuhan dari alpukat, kacang-kacangan dan butter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here