Memperbaiki Kesehatan Perempuan di Dunia Kerja

0
703

Perempuan Indonesia di dunia kerja bukanlah individu yang tidak diterima kehadirannya. Setiap tahunnya jumlah pekerja perempuan terus meningkat. Sosok perempuan yang menggeluti dunia kerja yang identik dengan laki-laki, ibu yang bekerja sambil membesarkan anak, dan perempuan yang mengejar karier lalu berperan menjadi kepala rumah tangga bukanlah hal yang aneh lagi.

Tidak seperti zaman dahulu ketika perempuan harus menerima sosok laki-laki yang mengintimidasi beserta peraturan negara juga tata krama yang wajib dipatuhi. Di era ini perempuan lebih bisa memilih menjadi apa yang ia inginkan.

Karena itu, perempuan kini dikenal sebagai individu segala bisa. Ia disebut memiliki fungsi ganda sosial dan ekonomi. Ia bisa bekerja sebagai pengasuh keluarga, pun bisa menjadi tenaga kerja. Dua peran yang dijalankan ini tentu berkaitan dengan produktifitas ekonomi sebuah negara.

Isu kesehatan pekerja perempuan tentu jadi hal yang penting. Dengan ancaman berbagai penyakit seperti kanker serviks, kanker payudara hingga anemia gizi karena kekurangan zat besi, tentu perempuan harus lebih peduli dan mengenal bahayanya.

Mentri Kesehatan Indonesia Ibu Nila Moeloek menanggapi isu kesehatan yang marak ini sebagai hal yang bisa diatasi dengan kerjasama pemerintah dan masyarakat Indonesia. Menurutnya perempuan harus pintar mengakses dan memilah informasi yang beredar terkait kesehatan dirinya.

Membicarakan tentang kesehatan perempuan dan problematikanya bukan lagi menjadi hal yang tabu. Saat ini banyak yayasan-yayasan ataupun perkumpulan yang didirikan oleh kaum perempuan untuk membantu mengatasi problematika kesehatan perempuan, seperti misalnya Yayasan Kanker Indonesia, Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Yayasan Kesehatan Perempuan, dsb.

Bahkan Kementerian Kesehatan bersama dengan Kementerian yang lain saat ini pun sedang menggalakan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)”. GERMAS merupakan suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan kemampuan berperilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

GERMAS mengajak perempuan untuk melakukan aktivitas fisik, konsumsi gizi seimbang, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, mengelola stress, melakukan perilaku hidup bersih dan memeriksa kesehatan berkala.

Di area kerja sendiri, sebenarnya telah banyak perusahaan yang mulai peduli dan gencar mendaftarkan pekerjanya untuk ikut dalam acara deteksi kanker dini. Tapi tidak menutup mata juga jika masih banyak perusahaan atau badan usaha yang tidak terlalu peduli dengan kondisi pekerjanya. Dengan membenahi pola hidup dan perhatian khusus dari pemerintah, tentunya perempuan bisa bekerja dengan lebih tenang dan tanpa ancaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here