Cara Asyik Menanam Makanan Sendiri

0
808

Kehidupan Indonesia pada masa lampau didominasi oleh para leluhur yang menghidupi diri dengan bertani dan berladang. Tak heran negara kita ini dikenal bercorak agraris. Kini, di tengah serbuan modernisasi gedung-gedung tinggi, semakin sedikit masyarakat yang menanam tanaman untuk dimakan sendiri. Meningkatnya migrasi profesi menjadi pegawai kantoran, serta hunian yang kian sempit dan minim lahan hijau, membuat istilah swasembada pangan makin jadi mitos belaka. Namun, di sisi lain, tren hidup sehat meningkat drastis. Orang mulai memburu makanan organik karena mereka mulai paham tentang bahaya pupuk kimia, dan sebagian lainnya karena takut dengan rumor-rumor yang beredar mengenai cara mengemas sayur dan buah dengan menggunakan lilin.

Daripada terus-menerus membeli sayur dan buah organik impor yang harganya membuat kantongmu menangis, kamu bisa mencoba menanam, merawat, memetik, dan mengonsumsinya sendiri dengan teknik bertanam hidroponik. Teknik ini bisa dicoba sendiri di rumah dengan menggunakan botol plastik bekas, dan tidak perlu menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah.

Caranya, potonglah botol bekas menjadi dua bagian, lalu buatlah beberapa lubang di bagian yang dekat dengan tutup botol. Masukkan sumbu kompor ke dalam lubang-lubangnya. Setelah itu, bagian botol yang sudah dipasangi sumbu kompor dibalik sehingga menjadi seperti wadah. Masukkan media tanam ke dalamnya beserta bibit yang ingin ditanam. Bagi pemula, kamu bisa mencoba sayuran selada atau sawi yang lebih mudah ditanam. Bagian botol yang satunya diisi air nutrisi yang merupakan campuran air dan larutan nutrisi AB Mix yang bisa didapatkan di toko tanaman. Kemudian, tumpangkan bagian botol berisi media tanam ke atas bagian botol berisi air nutrisi sampai sumbu kompor terbenam ke dalam air. Air nutrisi di bagian bawah botol harus diganti secara teratur, sebaiknya setiap satu minggu sekali, dan dibuat serendah mungkin agar tidak menyentuh akar tanaman. Ini dilakukan agar tanaman cukup mendapat oksigen.

Untuk tanaman hijau, biasanya kamu sudah bisa menuai hasilnya dalam 25 hingga 30 hari. Keuntungannya, hasil tanaman ini bisa dimakan seluruhnya, bahkan sampai akarnya, karena penanamannya yang dikontrol sendiri membuat seluruh bagian tanaman dapat terbebas dari kotoran dan hama.

Selamat mencoba menjadi petani!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here