Bipolar Tak Sekadar Moody Biasa

0
328

Perubahan suasana hati yang ekstrem berupa depresi bisa mengacu pada gangguan bipolar, yaitu gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang. Gangguan kejiwaan ini  disebut juga manik depresif dan vonisnya tak semudah itu, serta berbeda dari sekedar perasaan moody belaka.

Gangguan mental ini biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan zat pengontrol fungsi otak, dan bisa juga faktor keturunan. Selain itu, risiko juga datang dari stres, trauma, hingga kecanduan alkohol.

Gangguan bipolar  tidak boleh dianggap remeh dan jadi bahan tertawaan. Sekecil apapun, gangguan jiwa bisa jadi ancaman yang paling berbahaya bagi hidup seseorang.

Kenali tanda-tanda gangguan yang bisa menyerang siapa saja ini!

  1. Nafsu Makan yang Hilang

Bisa tidak nafsu makan karena sedang merasa sangat emosional termasuk tanda-tanda depresi. Selain nafsu makan hilang, pola tidur pun jadi terganggu dan lebih acak.

  1. Khawatir Berlebihan

Pernah merasa khawatir tanpa alasan yang jelas? Penderita yang terkena gangguan ini biasanya merasa khawatir berlebihan bercampur marah.

  1. Pesimis

Sulit menemukan celah positif dari satu kejadian atau ketika memandang kehidupan sering dirasakan oleh yang mengalami gangguan bipolar. Selain pesimis, penderita juga sering merasa tidak berharga dan sangat bersalah.

  1. Energi Yoyo

Energi yang naik turun, merasa bahagia secara berlebihan diikuti dengan energi yang habis sampai tidak bisa berakivitas adalah salah satu gangguannya. Selain itu, suka mengurung diri di dalam kamar untuk menangis berjam-jam juga termasuk ciri-cirinya. Setelah itu, fase bahkan bisa berlanjut pada perasaan tidak tertarik sama sekali dengan hal-hal yang terjadi di sekellingnya.

  1. Tidak bisa Memutuskan

Membuat keputusan memang kadang membingungkan, namun penderita yang terkena gangguan bipolar mengambil keputusan dengan sangat lambat. Rasanya semua pikiran bertumpuk dan tidak bisa maju ke depan.

  1. Merasa Sakit

Rasa sakit di sekujur badan tanpa alasan yang jelas, diikuti dengan halusinasi dan delusi seringkali mengikuti penderita bipolar. Halusinasi ini bahkan bisa menarik penderita untuk mengakhiri hidupnya sendiri, sehingga tidak merasa bersalah jika harus menyakiti diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here