Menjaga Hubungan Persahabatan Ketika Memiliki Keluarga

0
809

Dalam kehidupan sosial, hubungan persahabatan salah satu hal yang paling penting untuk dijaga. Selama berjalannya hidup, kita pasti memiliki teman dekat yang menemani berpetualang, mencari jati diri, hingga ada di saat sedih.

Tapi ketika beranjak dewasa, kesibukan dengan kehidupan masing-masing, pasangan, dan anak, akan menyita seluruh perhatian. Tak lagi sempat bertemu, berhubungan lewat ponsel dengan saja amat susah.

Hal ini yang kemudian membuat persahabatan menjadi jauh, dan terkadang terlupakan. Padahal, sahabat adalah salah satu saksi hidup kita bertumbuh bersama. Bagaimana menjaga keseimbangan dengan persahabatan dan kehidupan pribadi? Berikut beberapa triknya.

Tetap berhubungan

Ketika remaja, pasti kita sering menghabiskan waktu berjam-jam telepon dengan sahabat. Namun, hal itu pastinya tidak lagi bisa kita lakukan sekarang. Tapi agar hubungan tetap terjalin, pastikan kamu tetap berhubungan dengan sahabat kamu lewat berbagai media. Misalnya sekedar ngobrol di media sosial, atau menanyakan lewat chatting. Apapun caranya untuk mengetahui kabar dirinya belakangan ini.

Agenda bertemu

Pastinya kita tidak bisa lagi menghabiskan malam minggu dengan teman-teman. Tapi, sempatkan waktu makan siang setidaknya satu kali dalam sebulan tampaknya masih masuk akal. Rencanakan waktu bertemu jauh-jauh hari agar tidak terganggu dengan jadwal lainnya. Usahakan bertemu di hari kerja atau jumat, karena biasanya akhir minggu telah menjadi hari keluarga.

Kegiatan bersama

Jika kamu terlalu sibuk hingga tidak sempat bertemu sebentar dengan sahabat, ajak saja dirinya untuk ikut dalam agenda kegiatanmu. Misalnya kamu memiliki janji perawatan di salon minggu depan, ajak dia untuk perawatan bersama. Tentu lebih menyenangkan melakukan me time bersama sahabat.

Jika kangen, katakan saja!

Terkadang, ketika kita fokus pada kehidupan sehari-hari, kita menjadi lupa dengan orang-orang yang kita cintai. Maka itu, ketika kita sudah lama tidak kontak dengan sahabat, nyatakan saja perasaan yang ada. “Kangen deh, yuk video call!”, sederhana bukan?

Dengan menyatakan perasaan secara langsung, akan menyamarkan emosi atau rasa kesal yang biasanya timbul ketika orang-orang tersebut merasa dilupakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here