Menghadapi Rambut Rontok dengan Serius

0
680

Rambut rontok walau kebanyakan tidak membahayakan kesehatan, tapi tentu saja mengganggu penampilan. Karena gangguan ini jarang membutuhkan penanganan medis, biasanya dilakukan berbagai upaya alami terlebih dahulu untuk menyembuhkan masalahnya.

Jika sudah semakin mengganggu, menyelesaikan masalah rambut rontok tak semudah mengganti shampoo yang dipakai setiap hari saja.

Sebelum buru-buru memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan pada rambutmu, baca dulu hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang masalah kerontokan rambut!

  1. Masalah Hormonal jadi Penyebab Kerontokan Serius

Alopesia androgenik adalah istilah medis untuk masalah rambut rontok yang disebabkan oleh hormon, namun kebanyakan ditemui pada pria berusia di atas 50 tahun dan wanita setelah lewat masa menopause. Walau demikian, untuk faktor keturunan, beberapa kasus sudah mulai terlihat sejak 30 tahun. Untuk remaja dan dewasa muda kasus yang terjadi adalah diabetes dan hipertiroidisme, untuk kasus ini biasanya rambut akan pitak di bagian tertentu tapi akan tumbuh lagi setelah setahun.

Untuk masalah kerontokan yang disebabkan oleh hormon dan ingin dicegah sejak dini, lebih baik segera dikonsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk terapi penyeimbangan hormon. Jika kebotakan sudah sampai ke tahap yang serius, transplantasi rambut bisa dilakukan.

Metode bedah kecil yang dilakukan dengan memindahkan rambut dari satu area ke area lain ini tentu dijalani setelah melewati konsultasi lanjut dengan dokter, karena walau dipastikan aman, paska operasi bisa menimbulkan efek samping berupa gatal, infeksi hingga pembengkakan di daerah kepala jika kamu memiliki alergi tertentu.

  1. Asupan Gizi Buruk bisa Disembuhkan dengan Nutrisi

Asupan gizi buruk bisa menyebabkan rambut lebih rapuh.  Selain itu, jika kamu memiliki penyakit kulit tertentu, biasanya akan berpengaruh pada rambut yang rontok.

Beberapa makanan yang wajib dikonsumsi untuk mencegah kerontokan adalah yang mengandung vitamin B1, B2, B12 dan biotin seperti telur, kacang almond yang mengandung magnesium, salmon dan kacang kenari yang kaya akan omega 3, bayam untuk asupan vitamin A dan C, wortel dengan betakaroten, tauge yang mengandung silika, gandum yang memiliki serat dan zat besi, serta seafood untuk asam sulfur, seng dan lemak.

Hindari makanan yang tinggi lemak, kafein, dan gula untuk kulit kepala yang sehat. Lemak adalah penyebab utama rambut rontok, ketika lemak jahat masuk ke dalam tubuh maka kolestrol naik, dan kelenjar minyak teriritasi lalu menyebabkan rambut rontok.

  1. Jaga Rambut tetap Kering lalu Obati dengan Bahan Alami

Jangan pernah membawa keluar rambut yang lembab, selalu keringkan bagian rambut setelah keramas. Apalagi jika kamu menggunakan hijab, maka paparan sinar matahari yang menyebabkan keringat akan membuat rambut lepek dan folikelnya rusak.

Namun terlalu sering menggunakan alat penata rambut seperti hair dryer, catokan dan produk rambut seperti hair spray juga bisa memicu kerontokan. Saat menggunakan alat-alat tersebut, akar rambut biasanya tertarik dan rambut juga cepat kering karena akarnya patah. Jika ingin menggunakan hair dryer, akan lebih baik jika kamu mengeringkan rambut dengan pengaturan udara dingin.

Kerontokan ringan akan lebih baik jika diobati terlebih dahulu dengan bahan-bahan alami. Kamu bisa membuat masker seperti lidah buaya, daun seledri, teh hijau, putih telur, hingga jahe untuk dijadikan masker dan diaplikasikan ke kepala secara rutin. Jika dirasa belum ada perubahan, maka bisa dibantu dengan obat yang biasa digunakan untuk menangani kebotakan, yaitu minoxidil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here