Terapi Kurangi Kafein dengan Kopi Decaf

0
472
Kopi Decaf, Sumber Foto: Pixabay.com. Itjeher.com
Kopi decaf telah banyak menjadi pilihan para pecinta kopi yang ingin mengurangi kadar kafein di dalamnya. Walau dibilang decaf, namun belum banyak yang tahu apa sebenarnya perbedaan kopi yang satu ini dengan kopi biasa.
Kafein sendiri adalah sebuah zat stimulan yang mampu merangsang sistem saraf pusat sehingga orang yang mengonsumsinya menjadi lebih bersemangat. Namun, jumlah konsumsi kafein dalam sehari hanya diperbolehkan 400 miligram per hari. Efek dari kelebihan kafein ada banyak, diantaranya kepala akan merasa pusing, mudah mengantuk, suasana hati yang cepat berubah, hingga tubuh gemetar. Maka itu, banyak orang yang memiliki kopi decaf, untuk menjaga asupan kafein yang tidak berlebih.

Kopi decaf tidak benar-benar bebas kafein. Banyak sekali orang yang salah kaprah dengan pernyataan satu ini. Menurut Food and Drug Administration (FDA), badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, kopi ini harus mengurangi 97% kafein yang terkandung di dalamnya agar dapat diberi label ‘bebas’ kafein. Sebab, menggunakan teknik apapun, kandungan kafein dalam kopi tidak dapat hilang 100%.

Menurut salah seorang ahli nutrisi di Amerika, tidak ada satu kopi murni yang tidak mengandung kafein di dalamnya, meski hanya 2 – 3% seperti kopi decaf. Jumlah kafein dalam kopi ini juga bervariasi, tergantung merek.

BACA JUGA:

Menyesap Kopi Gayo Khas Aceh

Coba Ini ! Kopi dari Arang Aktif yang Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditetapkan Jadi Makanan Nasional Indonesia, Ini Dia Resep Soto yang Enak!

Kopi ini bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi kopi. Terapi kopi decaf ini perlahan-lahan dapat mengurangi kecanduan seseorang terhadap kopi yang mengandung banyak kafein.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here