Mengetahui Asal Usul Kolak, Takjil Favorit di Bulan Ramadhan

0
549

Bulan suci Ramadhan sepertinya kurang afdol jika berbuka tanpa takjil manis seperti kolak. Memiliki rasa manis dengan kuah bersantan dan dilengkapi dengan isiannya seperti pisang, ubi, kolang kaling, kolak menjadi menu buka puasa favorit di kalangan masyarakat. Khususnya di tanah air.

Namun, pernakah kamu berfikir kenapa masakan manis itu selalu ada saat memasuki bulan puasa? Dilansir dari berbagai sumber, siapa sangka ternyata kolak ini merupakan media yang dilakukan oleh ulama untuk penyebaran Islam di Indonesia. Dimana para ulama menggunakan kolak untuk memperkenalkan Islam di kalangan masyarakat Jawa.

BACA JUGA :

Membuat Kolak Pisang dan Ubi yang Mudah dan Cepat

Chiffon Cake untuk Bingkisan Hari Raya

Kuliner ke Cibubur yuk…Di Honeycomb Cafe and Desserts

Asal muasal untuk kata kolak sendiri ternyata berasal dari kata khalik yang artinya sang pencipta. Dan untuk isian dari kolak pun memiliki makna. Seperti kolak pisang kepok.

Dari kata kepok itu pun diartikan sebagai perilaku yang menyesali perbuatan dosa dan kekhilafan atau dapat diartikan sebagai bertobat. Lalu, untuk isian ubi jalar dalam bahasa Jawa dapat disebut ‘telo pendem’, atau dapat diartikan mengubur kesalahan yang sudah diperbuat.

Pada awalnya, sajian unggulan ini hanya disajikan satu bulan menjelang Ramadhan saja. Pada bulan ini masyarakat diajak lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sambil menyiapkan diri menyambut Ramadhan.

Namun, seiring berjalannya waktu tradisi untuk mengonsumsi kolak pun berlanjut ke Ramadhan untuk makanan berbuka puasa.

 

Penulis : Rani Ayu Utami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here