Astri Puji Lestari, Mengolah Makanan Berkesadaran

0
893

Penggila gaya hidup sehat mungkin memandang sebelah mata dengan makanan olahan yang tersaji di meja makan. Apalagi sosis, makanan ini identik dengan hal yang tidak baik untuk tubuh dari mulai garam yang tinggi, kandungan bahan pengawet, perasa hingga pewarna buatan. Kontras dengan kandungannya, makanan ini jadi favorit anggota keluarga dari mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Ternyata, tak selamanya kita harus memusuhi makanan yang praktis. Makanan olahan yang dibuat sendiri tanpa mesin berat dan produksi massal, bisa lebih sehat . Berawal dari sang suami yang sakit karena kebanyakan mengkonsumsi makanan olahan yang dijual di supermarket, Astri Puji Lestari atau biasa dipanggil Atit coba membuat sendiri sosis untuk dikonsumsi sendiri. Olahannya ini ternyata disukai oleh orang sekelilingnya, sehingga kemudian ia pasarkan dalam label kuliner bernama Niku Foods yang dibuat tanpa bahan pengawet, pewarna, dan perasa buatan.

“Makanan sehat selalu diidentikkan dengan sayur, karenanya bayak orang yang mencoba vegetarian, bahkan hanya mengkonsumsi raw food. Lalu apa kabar dengan orang lain yang belum sampai di tahap itu ?” Ujar atit saat menceritakan alasannya mengolah sosis sebagai produk pertamanya. Ia ingin memberi alternatif makanan sehat tanpa merubah secara drastis kebiasaan hidup seseorang.

Atit dari awal memang ingin membuat produk makanan yang berkesadaran. “Sedih sih liat anak SD harus bekal makanan yang tidak sehat, padahal dengan bikin sendiri daging dan ikan yang jadi bahannya bisa dipilih sendiri.” Katanya sambil menceritakan pentingnya kontrol produksi bahan baku untuk produk makanan yang berkualitas. Ia memastikan sendiri bahwa sapi yang digunakan tidak disuntik dan ia juga tahu betul makanan yang masuk ke tubuh sapinya. Bekerja sama dengan salah satu produsen nanas, Atit memberi makan ampas nanas pada sapi agar dagingnya lebih lembut secara alami.

Resikonya, produk tidak bisa selalu siap jual. Terkadang, jika ayam kampung yang digunakan belum bertelur atau tuna sudah mencapai batas penangkapan maksimal dari WWF, maka Niku Foods tidak diproduksi untuk sementara. Tuna yang dipilih memang dicatat secara legal dengan proses penangkapan tanpa bom. Ditambah lagi penggunaan kuris sepeda untuk pengiriman area Bandung, memastikan bisnisnya tak hanya baik bagi dirinya sendiri, tapi juga lingkungannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here