Cokelat Indonesia Lebih Istimewa

Bukan rahasia umum kalau Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, melakukan ekspor ke mancanegara lalu menerima kembali produk yang sudah dikemas dan diolah dalam bentuk jadi. Sangat disayangkan memang, apalagi mengingat begitu berlimpahnya hasil alam. Cokelat yang dihasilkan dari kakao di perkebunan Indonesia adalah salah satunya.

Menjadi salah satu negara yang menghasilkan kakao terbesar di dunia, akan lebih baik jika bisa mengolah produk cokelat dengan lebih menyeluruh. Walau cokelat berasal dari negara-negara Barat, tentu bangsa ini tak ingin selamanya mendiamkan sektor yang berpotensi.

Untungnya ada beberapa produsen yang coba mengembangkan sumber daya tersebut jadi produk yang bisa berkualitas, beberapa malah sudah mampu bersaing di kelas dunia.

  1. Pipiltin Cocoa

Kemasan modern membuat banyak yang tak menyangka cokelat ini asli Indonesia. Tak hanya memanfaatkan kakao dalam negeri, Pipiltin juga menerapkan perdagangan yang adil dengan membeli biji kakao langsung ke koperasi atau petani dengan harga premium.

Foto : instagram/pipiltincocoa

Bisa didapatkan di : art & science Grand Indonesia, Jakarta.

  1. POD

Cokelat asal Bali ini adalah contoh pengolahan cokelat secara menyeluruh yang baik. Pod  memiliki pabrik sendiri yang menyediakan tur untuk pengunjung yang ingin mengetahui cara pembuatan cokelat dari mulai memetik biji kakao sendiri di Ubud, Selatan Bali, sampai mencicipi cokelat yang sudah jadi. Bahannya diolah secara organik dengan pemanis dari bunga lontar alami yang ditanam menggunakan teknik berkebun yang berkelanjutan.

Foto : instagram/podchocolate

Bisa didapatkan di : Carefour Bali, Pepito Canggu, Pod Shop & Cafe Bali.

  1. Kakoa

Setelah 6 tahun bekerja sebagai konsultan di McKinsey, Sabrina Mustopo mengembangkan perhatiannya pada agrikultur Indonesia dan memulai bisnis cokelat. Tak hanya sekedar menjual cokelat, Kakoa fokus terhadap pembekalan pengetahuan pada petani untuk meningkatkan budi daya cokelat yang berkualitas baik. Hal tersebut penting apalagi dengan banyaknya hama yang berkembang, banyak petani yang menurutnya sudah bekerja dalam waktu yang lama hingga 20 tahun tak bisa berbuat apa-apa ketika kebunnya diserang penyakit.

Foto : http://www.kakoachocolate.com

Bisa didapatkan di : Ranch Market Grand Indonesia Jakarta, Papaya Fresh Galery Surabaya.

  1. Cokelat Monggo

Cokelat asal Yogyakarta ini diproses dengan teknologi ramah lingkungan. Proses produksinya hanya menggunakan pemanas air tenaga surya, dan hampir 80% dibuat sendiri dengan tangan secara manual. Kemasan kertas yang membungkusnya, meminimalisir penggunaan plastik. Kalaupun ada kertas alumunium atau harus menggunakan plastik dalam proses penjualannya, dipilih yang mudah didaur ulang dan biodegradable.

Foto : http://chocolatemonggo.com/

Bisa didapatkan di :  Jl. Dalem KG III / 978, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.

More Stories
Bandung Kini jadi Surga Durian