Tren Traveling: Private Trip, Open Trip, dan Share Cost

0
1661

Seiring berkembangnya tren traveling belakangan ini, kita sering mendengar istilah private trip, open trip, dan share cost. Apa beda ketiganya dan apa plus minusnya? Yuk cek penjelasannya di bawah ini.

Private Trip

Kita menggunakan jasa travel agent atau tour operator untuk mengatur semua keperluan perjalanan, mulai dari transportasi, akomodasi, sampai rencana perjalanan (itinerary). Pesertanya terbatas pada orang-orang yang kita kenal. Biasanya harga private trip lebih mahal dibanding open trip ataupun share cost. Keuntungan private trip, kita merasa aman karena traveling dengan orang yang sudah kita kenal dan biasanya memungkinkan untuk custom itinerary sesuai dengan permintaan kita.

Open Trip

Pada open trip, selain dengan orang yang kita kenal, kita akan digabung dengan orang atau kelompok lain. Kita tidak bisa memilih dengan siapa nanti akan digabung. Cukup banyak peserta dalam satu kelompok, berkisar 10-15 orang, sehingga biasanya harga open trip menjadi lebih murah dibanding private trip. Untuk itinerary biasanya sudah fixed, kecuali jika kendala di cuaca maka itinerary akan menyesuaikan.

Share Cost

Tidak sepenuhnya menggunakan travel agent, kita akan mengatur sendiri rencana perjalanan, namun tidak menutup kemungkinan tetap menggunakan guide atau tour operator lokal untuk mempermudah perjalanan. Biasanya dilakukan oleh para pejalan mandiri, mengumpulkan informasi dari website dan blog, kemudian melakukan reservasi sendiri untuk transportasi dan penginapan di destinasi.

Jenis trip mana yang sesuai dengan kalian?

 

Kontributor: Florentina Woro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here