Sayembara Liburan Itjeher: Berwisata ke Desa Gunung Tiga Binanga

0
1471

Peserta Sayembara Tulisan Liburan: Natra Rahmani salim

Aku dinikahi lelaki suku Karo marga Sebayang. Sebagai permen (menantu) sepatutnya memang mengunjungi kampung suami. Letaknya di Desa Gunung Tiga binanga kabupaten Karo. Sudah beberapa kali ke sini semenjak tiga tahun menikah, Dan sudah punya dua anak yang makin memeriahkan rumah opong di kampung ini.

Liburan kali ini bertepatan dengan Kerja Tahun Desa Gunung. Ini perayaan yang diadakan warga kampung dalam rangka bersyukur atas panen tahun ini.  Tidak hanya itu, kerja tahun ini juga ajang silaturahmi bagi anak kampung yang merantau.

Kerja Tahun ini diadakan  setiap akhir bulan  Juni khusus Kecamatan Tiga Binanga. Acara ini berlangsung selama dua hari.  Semua warga kampung turut bahu membahu dan bersuka cita memeriahkan acara ini. Musik dan lagu saling bersahut sahutan. Acara ini, selalu padat dan ramai dengan anak kampung  yang pulang kampung dari Medan, termasuk kami.

Perjalanan Medan – Desa Gunung memakan waktu 3 jam. Karena masih suasana lebaran dan libur sekolah, Kami sengaja memilih berangkat saat sehabis subuh karena takut terjebak macet.

Tak lupa saat melewati  area Kaban Jahe, saya selalu menyempatkan pergi ke kedai kopi IYO. Yang sudah turun temurun dengan roti bakar srikaya yang luber di lidah. Nuansa gedung zaman dulu dengan tembok warna putih pudar. Di sini juga terkenal dengan kopinya yang sedap. Ingin sekali menikmati dan berlama-lama disini, namun hal tersebut tak mungkin dilakukan karena dikejar waktu.  Dari situ melanjutkan lagi sekitar 45 menit untuk sampai di desa Gunung.

Sebelum sampai, kami melewati ladang jagung dengan pemandangan Gunung Sinabung yang sempat erupsi kecil. Ladang jagung yang sudah menguning menambah cantik daerah ini. Sesampainya kami di Kuta (desa) gunung disambut dengan santapan khas Karo. Tak ada gadget disini, hidup berjalan lambat, tapi dengan gitu jadi reconnect dengan keluarga dan alam.

Aidan, anak kami contohnya, selama dua hari di kampung menjalani banyak kegiatannya. Main sepeda, mandi sungai, pergi ke ladang opongnya, main sama sepupunya. Makan pun jadi lahap karena asik main dan cuaca juga mendukung. Kuta Gunung ini punya satu Los (balai desa) yang terpusat untuk mengadakan acara yang ada di kampung. Letaknya sekitar 10 menit dari Tiga binanga yang merupakan pusat kota. Setiap hari Selasa diadakan pasar kaget. Semua dijual disana bahkan jadi ajang untuk cuci mata juga. Di pasar ini barang yang dijual merupakan hasil panen sendiri dari ladang petani. Termasuk ladang keluarga kami.

Tak lupa saat di Tiga binanga, ada satu kedai kopi yang mencuri perhatian. Namanya Surya Indah Restaurant. Letaknya di pinggir simpang Tugu. Interiornya yang paling aku cinta. Beragam foto dan ilustrasi ala Karo. Khas dan original. Saya setia sama kopi hitam dan mi rebus hangat. Udara dingin memang paling pas menikmati yang hangat. Harganya murah meriah, cukup membawa uang 50 ribu Rupiah,untuk enam orang. Perut senang hati senang.

Untuk Acara Kerja Tahun kali ini, acaranya terbilang kurang meriah. Tapi biarpun begitu tidak mengurangi kegembiraan warga kampung. Hentak tari dan lagu saling berirama, warga setempat turun ke Los dan bersolek di acara setaun sekali ini. Tak ketinggalan suami saya. Seharusnya saya juga ikut menari bersama suami, namun apa daya anak-anak  sudah tidur nyenyak dan harus ditemani.

Ada niat suami untuk tinggal lebih lama liburan di kampung. Tapi mungkin tidak sekarang, nanti ketika anak sudah mulai beranjak besar. Semoga kita terus sehat biar bisa kunjungi kampung opong.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here