Sayembara Liburan Itjeher: Liburan dan Salah Persepsi

0
624

Peserta Sayembara Tulisan Liburan: Valentina Bangun

Apa hubungannya liburan dan salah persepsi? Lalu kenapa tulisanku aku beri judul ini? Semua berawal dari rencana mau bersilaturahmi ke rumah saudara di hari kedua lebaran. Rumah saudara aku ada di daerah kalianda, sekitar 20 km dari rumah orangtuaku di sidomulyo.

Kalianda Dan sidomulyo masih dalam lingkup satu kabupaten Lampung Selatan. Daerah kami sangat dekat dengan laut. Jadi banyak pilihan untuk ke pantai. Kami merencanakan untuk jalan-jalan ke pantai pada hari ketiga lebaran.

Namun karena paman yang mau kami kunjungi ternyata tidak ada di tempat, dan berdasarkan informasi via telpon beliau akan ada setelah 3 jam, maka kami memutuskan untuk pergi ke pantai terlebih dahulu.

Kali ini saya yang memberi ide untuk ke pantai wartawan yang tidak jauh dari situ (sepengetahuan saya). Karena saya pernah melewati pantai tersebut untuk ke rumah sahabat saya waktu di bangku kuliah.
Cerita di mulai dengan saya sangat amat antusias menceritakan bahwa di sepanjang jalan nanti kami akan melihat pantai tidak jauh dari jalan raya. Dan pantai wartawan adalah pantai yang paling ramai di kunjungi. Saya berperan sebagai supir mulai melaju kendaraan tanpa melihat Google maps. Karena saya merasa sudah familiar dengan jalanan tersebut.

Setahu saya jalanan tersebut juga lowong karena ketika dulu saya kesana tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Ternyata setelah perjalanan sekitar lima kilometer dari rumah paman saya, kendaraan yang lewat baik motor maupun mobil sangat banyak jumlahnya. Apalagi luas jalan sangat kecil Dan hanya muat untuk dua mobil lewat. Motor terpaksa antri di belakang. Jika ada mobil sama-sama berukuran besar harus sedikit berhati-hati. Mobil saya bisa di bilang cukup memakan tempat (Xenia) sehingga ketika berpapasan dengan mini bus lain harus ekstra hati-hati.


Kami terus susuri jalan dan sudah melihat pesisir pantai di sisi kanan jalan. Masalahnya pantai-pantai itu bukan pantai untuk kami bisa main air, karena tinggi jalan dan permukaan air sangat jauh. Dan tidak ada jalan untuk ke pantai.

Terus berjalan melihat-lihat ternyata ada beberapa pantai yang seperti dikelola orang untuk rekreasi namun karena keterbatasan parkir dan tempat tersebut kurang jelas maksudnya, maka kami lanjut mencari pantai wartawan. Setelah kami tidak menemukan pantai itu, kami putuskan untuk menggunakan Google maps dan ternyata pantai wartawan masih berada 20km, wahh, sangat jauh ternyata.

Namun kami tetap nekat mau kesana karena sudah setengah jalan. Dan termasuk rayuan yang mengatakan bahwa pantai tersebut benar-benar bagus dan bersih. Sampai akhirnya kami tiba di pantai wartawan. Saat tiba di pantai saya menghubungi sahabat saya yang rumahnya dekat pantai wartawan, Dan kebetulan dia sedang ada di rumah. Setelah puas bermain dan pastinya berfoto di pantai, kami ke rumah sahabatku yang selama ini orang tuaku dan orang tuanya belum pernah bertemu. Kami habiskan waktu dirumah temanku lalu pamit. Kemudian sore menjelang malam kami tiba di rumah paman.

Pelajaran yang aku petik dari liburan Kali ini adalah perbedaan naik motor saat dulu ke pantai memang terasa dekat dibanding naik mobil, apalagi dulu suasananya sepi namun kali ini cukup ramai berhubung libur lebaran. Namun karena kesalahan itu saya dan keluarga bisa menikmati pantai yang bersih nan cantik diberi bonus silaturahmi ke rumah sahabat aku tanpa direncanakan, dan tetap bisa ke rumah paman. Life’s full of surprise 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here