Berkunjung ke Lembah Bada Sulawesi Tengah yang Penuh Misteri

0
1368
Foto : Indonesia Kaya. itjeher.com.

Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu. Di lembah ini terdapat puluhan patung megalitikum yang diperkirakan didirikan pada abad ke-14. Belum diketahui tujuan patung tersebut.

Berdasarkan penelitian inventarisasi batuan megalitikum yang dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako tahun 1994, di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu terdapat 300-an lebih batuan.  Sementara, menurut sumber data yang lain, jumlah bebatuan megalitikum ini ada 1.451 buah.

BACA JUGA :

Liburan ke Piaynemo bisa Memberi Makan Ikan Hiu

Keindahan Bawah Laut Pulau Tomia di Sulawesi Tenggara

Foto : Indonesia Kaya. itjeher.com.

Keberadaan megalitikum di dunia seperti di Stonehenge, Pulau Paskah, dan di Lembah Bada yang masih menjadi misteri hingga saat ini sebenarnya menyimpan potensi wisata yang sangat bagus. Hal ini tentu mengundang rasa penasaran para wisata untuk mencari tahu lebih dalam, terlebih bagi para wisatawan yang menyukai sejarah.  Megalitikum yang ada di Lembah Bada disebutkan menjadi situs megalitikum terbesar di Indonesia.

Lembah Bada berjarak sekitar 145 km dari Kota Poso atau sekitar lima jam perjalanan darat melalui pegunungan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini memiliki lanskap yang indah. Pemandangan indah tersebut tampak dari hamparan savana yang luas sejauh mata memandang. Ditambah nilai-nilai sejarah yang dapat digali dari daerah ini menambah rasa keingintahuan untuk mempelajarinya lebih dalam.

Lembah ini terletak di daerah yang relatif datar, yang dikelilingi perbukitan, sehingga awan yang tertahan di puncak bukit yang mengelilingi lembah menyajikan pemandangan dramatis. Sering terlihat satu bagian Lembah Bada dimana hujan sedang jatuh, sedangkan bagian lainnya matahari menyelinapkan cahayanya dari balik awan.

Ditengah Lembah Bada mengalir Sungai Lariang, menyatu dengan Sungai Malei, sehingga aliran Sungai Lariang menjadi lebih deras. Karena inilah Sungai Lariang dulu pernah dipakai sebagai tempat olahraga pengarungan sungai. Di tengah Lembah Bada sendiri arus Sungai Lariang cukup tenang karena alur yang dilalui relatif datar.

Dapat dijangkau dengan pesawat dari Makassar ke Poso, dari Poso dibutuhkan waktu  lima jam dengan mobil. Jangan khawatir dengan kondisi jalan disana, karena sudah relatif baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here