Museum Wajib Dikunjungi

0
1117

Jakarta memang semakin ramai dengan gedung-gedung baru dengan konsep modern. Namun, bukan berarti Jakarta mengabaikan sejarah dan budaya Indonesia yang memiliki nilai sangat berharga. Salah satunya dengan melestarikan museum yang berisi peninggalan bersejarah dan cerita kehidupan nenek moyang dari berbagai bidang, seperti tekstil, benda laut dan prasasti. Dilengkapi dengan gedung kuno yang dipertahankan untuk melestarikan barang langka ini, bisa menjadi destinasi menarik untuk mengajak keluarga dan teman di akhir pekan, sambil menambah ilmu sejarah dari zaman dahulu.  Antara lain :

Museum Tekstil

Museum tekstil memiliki dokumentasi kekayaan dan ragam kain tradisional nusantara seperti batik, kain tenun, peralatan pembuat batik, dan koleksi lainnya. Museum Tekstil Jakarta didirikan sejak tahun 1976 sebagai hasil dari upaya bersama yang dipelopori oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Museum ini didirikan untuk menghormati Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto dan diresmikan pada tanggal 28 Juni 1976.  Museum ini terletak tak jauh dari Pasar Tanah Abang, tepatnya di Jalan Aipda K.S Tubun Nomor 2-4, Jakarta Pusat. Wisatawan dapat mengunjungi Museum Tekstil mulai dari hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 – 15.00 WIB. Sementara hari Senin dan hari besar tutup. Untuk tiket, wisatawan dewasa akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000, anak-anak, Rp 2.000.

Foto : instagram/thisleandcotton
Foto : instagram/sylvietanaga

 

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti yang terletak di jalan Tanah Abang 1, Jakarta, yang bisa dicapai melewati Jalan Abdul Muis ini menjadi tempat menyimpan koleksi prasasti peninggalan masa kolonial Belanda. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2 ha ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu. Awalnya, museum ini merupakan pemakaman Kebon Jahe Kober yang ada sejak tahun 1977 dibuka untuk umum lengkap dengan koleksi prasasti, nisan dan makam sebanyak 1372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Karena perkembangan kota, luas museum ini kini menyusut tinggal hanya 1,2 ha saja. Jam buka Selasa – Minggu dari pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Foto : instagram/bektikurniarahmi
Foto : instagram/anjarkurnia

 

Museum Bahari

Museum yang menyimpan koleksi berbagai benda laut dan kemaritiman ini berada di gedung tua bergaya kolonial yang dibangun oleh Belanda secara bertahap sejak tahun 1652 hingga tahun 1759. Digunakan sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah oleh VOC, gedung ini resmi ditetapkan sebagai Museum Bahari Jakarta pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Ada pula miniatur perahu dari berbagai wilaya Indonesia. di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara . Jam kunjung museum adalah 09.00 – 15.00 WIB, dari Selasa hingga Minggu. Pada hari libur sekolah, museum tetap dibuka.

Foto : instagram/kelv_wcl
Foto : instagram/imelda_akmal

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here