Inspirasi Tuxedo Marlene Dietrich itjeher.com

Inspirasi Tuxedo Perempuan Datang dari Marlene Dietrich

Nama Marlene Dietrich mungkin terdengar asing ditelinga. Namun artis internasional ini ternyata adalah seorang legenda yang namanya cukup berpengaruh di era keemasan Hollywood. Berderet daftar film yang pernah dibintangi dan salah satunya berjudul William Shakespeare’s The Tanning of the Shrew. Film yang dibintanginya kala itu berwarna hitam putih.

Pengaruh Marlene Dietrich tak hanya melambung di dunia perfilman, hingga dunia mode pun ikut terpengaruh oleh sosok kuat perempuan ini.

Saat ia berjaya, ketika Perang Dunia II masih berlangsung, kala itu perempuan yang ditinggalkan suaminya berperang mulai bekerja ke pabrik-pabrik untuk membiayai hidup. Walau demikian, cara berpakaian perempuan era itu belum terlalu bebas.

Marlene Dietrich dengan berani tampil di berbagai filmnya dengan menggunakan setelan tuxedo yang tak mungkin dikenakan perempuan pada zamannya. Begitu lekatnya ia dengan tuxedo, membuat para penggemar mulai mengikuti, dan pakaian ini lalu dikenal sebagai simbol pembebasan perempuan.

Kini mode bergerak sangat bebas. Semua perempuan tak dilarang menggunakan pakaian berbau maskulin. Begitupun di Indonesia, beberapa desainer lokal turut mendesain busana yang terinspirasi dari tuxedo yang dahulu hanya milik pria, tentu dengan sentuhan yang lebih feminin.

Tuxedo bisa saja dirombak menjadi gaun, tetap dengan sentuhan lapel satin dan kancing yang menyatukan kedua sisinya, seperti yang terlihat pada rancangan Jeffry Tan. Busana ini menampilkan karakter perempuan dari dua sisi, tangguh dan elegan.

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.

More Stories
Ilustrasi Minuman Jahe. Itjeher.com
Rempah-Rempah yang Menghangatkan Tubuh di Musim Hujan