Tenun dari Pewarna Alam Karya Purana yang Ramah Lingkungan

0
543

Rumah mode Tanah Air yang  tidak pernah lepas mengangkat warna budaya Indonesai dalam setiap rancangannya, Purana, kali ini mempersembahkan koleksi terbarunya untuk musim spring/summer 2018 pada tanggal 16 Januari 2018 di Raffles Jakarta, Ciputra World I, Jakarta Selatan.

Dengan tema “Intropical”, Purana menggandeng seniman Aditya Pratama yang lebih dikenal dengan Sarkodit untuk menambah elemen dekorasi pada koleksinya lewat motif lora dan fauna tradisional. Diantaranya adalah Jalak Bali, Kakatua Jambul Kuning, Cendrawasih, Sikatan Aceh, Anggrek, Dadap Sedep, Bunga Cempaka, dan Daun Wali Songo.

foto : purana. itjeher.com.
foto : purana. itjeher.com.

Yang istimewa disini, materialnya diolah menggunakan pewarna alam yang dibuat langsung dengan tangan. Bahan yang dibuat sebagai pewarnanya diantaranya adalah tanaman seperti pohon Tarum, daun Ketapang, Mahony, daun Mangga, Secang dan Bixa.

“Ini pertama kalinya Purana menggunakan tenun dengan pewarna alam. Selain itu, kami juga menggunakan bahan-bahan yang mudah dicerna lingkungan,” ungkap Nonita Respati, Creative Director Purana.

foto : purana. itjeher.com.

Tampak gradasi warna yang kaya akan sentuhan ona tropis yang cerah seperti hijau, dan biru, pink dengan nuansa oranye pada koleksinya. Selain itu, garis diagonal yang modern dilukis ke atas material dengan teknik batik yang masih tradisional. Pertemuan linen, katun dan tenun ini mewujud dalam 30 tampilan busana. Tak hanya  menghadirkan jumpsuit, rok, kulot, sarong, dress dan atasan, rancangan Purana kali ini juga hadir dalam bentuk scarf yang  mudah dipadu padankan dengan koleksi lainnya.

BACA JUGA :

Menanti Koleksi Flora dan Fauna Purana 

Acara Itjeher.com, Memberi lewat Neusa X Purana 

Foto : instagram/myucreative

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here