Tren Slow Fashion Lewat Daur Ulang Threadapeutic

0
997
Slow Fashion (Foto : Instagram/threadapeutic) itjeher.com

Slow fashion adalah sebutan untuk sebuah gerakan gaya hidup yang tidak mengikuti musim mode yang cenderung bergerak cepat. Industri mode di zaman sekarang memang banyak mengacu pada produksi masal yang mengejar keuntungan dengan menggunakan banyak material yang sayangnya tidak terpakai pada jangka waktu yang panjang.

Dengan banyaknya label retail yang menjual produk dengan harga yang sangat murah, konsumen dengan mudah melakukan pembelian lalu terjebak menjadi boros. Padahal harga sesungguhnya yang dibayar ternyata lebih mahal, salah satunya adalah konsekuensi terhadap lingkungan hidup yang jadi terancam dengan limbah fesyen yang semakin menggunung.

Mendapati masalah ini, sebuah label lokal yang ditemukan di tahun 2015 oleh Ibu Nagawati Surya membuat inovasi lewat produk tas yang mengadopsi gagasan Slow Fashion dengan melewati proses daur ulang. Bahan yang digunakan adalah kain perca yang terbuang, lalu disatukan kembali dan dirancang jadi bentuk tas yang punya nilai mode yang baru.

BACA JUGA :

Ragam Mengikat Kain untuk Gaya Masa Kini

Selena Gomez Jadi Perancang Busana untuk Coach

Tips Merawat Perhiasan Emas Agar Tetap Awet

Uniknya label ini dikerjakan oleh perempuan-perempuan hebat yang punya latar belakang profesi berbeda-beda, dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga yang pernah bekerja sebagai perancang mode.

Slow Fashion (Foto : Instagram/threadapeutic) itjeher.com
Slow Fashion (Foto : Instagram/threadapeutic) itjeher.com

Teknik yang digunakan hampir mirip dengan teknik ‘slash quilt’ dari Jepang. Dengan teknik ini, semua material yang tak terpakai mungkin didaur ulang, bahkan jika materialnya adalah bekas kain jok mobil sekalipun.

Yang tertarik dengan Threadapeutic untuk dukung Slow Fashion, bisa mendapatkannya di gerai Dia.Lo.Gue, dan (X)S.M.L.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here