Melindungi Bumi dari Bisnis Fast Fashion

0
113
Ilustrasi Fast Fashion, Photo by Godisable Jacob from Pexels. Itjeher.com

Fast Fashion adalah bisnis mode yang fokus melansirkan koleksi busana terbaru yang terinspirasi dari panggung dunia, namun dengan biaya produksi yang rendah sehingga menyajikan tren mode terbaru dengan harga yang ramah di kantong.

Pastinya, hal ini tentu disambut meriah oleh masyarakat. Tak heran, bisnis fast fashion tak pernah mati dan selalu berputar begitu cepat di bidang perekonomian.

Namun, di tengah hawa nafsu konsumerisme dan tren mode paling kini, ternyata hal ini berdampak buruk bagi lingkungan. Tak hanya limbah fashion yang berefek negatif, penggunaan bahan kimia yang beracun juga banyak ditemukan untuk memproduksi baju dengan harga miring.

Bahan kimia beracun seperti apa? Pewarna tekstil yang memberikan warna vibran dan enerjik pada koleksi Spring Summer paling kini, ternyata banyak mengandung bahan kimia yang mencemari polusi air secara global. Selain itu, bahan polyester yang sangat populer digunakan sebagai tekstil ternyata juga berdampak buruk.

Ketika kita mencuci bahan polyester di mesin, partikel microfibre dari kain yang terlepas di mesin cuci menambah jumlah plastik yang mengalir ke lautan. Partikel microfibre ini sangat mudah mengalir dari pipa pembuangan air hingga berakhir ke lautan. Tapi karena bahan ini tidak mudah terurai, maka dapat membahayakan ekosistem yang terdapat di dalam laut. Microfibre ini bisa termakan oleh ikan dan juga plankton, yang akhirnya juga ditangkap untuk dimakan oleh manusia. Secara tidak langsung, hal ini juga membahayakan kehidupan manusia.

Begitu juga dengan perkebunan kapas, yang menjadi bahan utama banyak tekstil. Dalam sebuah film dokumenter, tak sedikit perkebunan kapas yang menggunakan bahan berbahaya untuk menanam kapas agar cepat berkembang dan tumbuh. Padahal, bahan berbahaya ini bisa menjadi penyebab banyak penyakit serius, diantaranya tumor otak dan kelainan janin.

Smart and Sustainable Shopping

Tentunya bisnis fast fashion tidak akan terus berjalan jika tidak ada permintaan pasar yang tinggi. Keinginan seseorang untuk selalu tampil fashionable, ditambah kebutuhan untuk selalu tampil paling “kini” menjadikan fast fashion sebuah media untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Namun sebagai smart shopper, kita harus mulai bisa meneliti bahan tekstil pada busana yang ingin dibeli. Pilih bahan dengan label organic cottons atau organic fibres, untuk mencari bahan yang aman dan ramah lingkungan.

Selain itu, coba pilih busana yang bisa kamu simpan dan pakai dalam jangka waktu lama. Tentunya, jatuhkan pilihan pada potongan-potongan yang netral dan universal, namun memiliki kualitas yang baik. Gunakan prinsip quality over quantity, sehingga walaupun kamu memiliki barang yang lebih sedikit, namun kamu memiliki barang dengan kualitas yang tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here