Christine Lafian menciptakan Tekstil yang Mencintai Alam

0
972

Christine Lafian (Chrissy) memang namanya belum terkenal di Indonesia, namun wanita kelahiran Makassar ini sangat populer di Melbourne, Australia. Ia membuat label homeware dan tekstil dengan nama SUKU yang terinspirasi dari kampung halaman Chrissy.

Koleksinya sudah laku terjual di Austalia berupa kain multi fungsi yang ia buat berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Pulai Kei, Maluku Tenggara, dimana penduduk lokal disana sehari-hari memakai sarung atau turban yang kaya warna dan motif.

Koleksi SUKU. foto : masari. itjeher.com.

Ia mengaku bahwa untuk kain koleksi pertamanya, Chrissy mencari bahan dari Nusa Tenggara Barat yang memiliki motif indah serta warna menawan.  Kemudian kain tersebut di hand dye, hand beaded serta dijahit tangan sendiri olehnya hingga menjadi bahan untuk homeware.

BACA JUGA :

14 Desainer Indonesia akan Tampil di Singapura

Katun Bambu yang Ramah di Kulit dan Ramah di Alam

Chrissy sangat menyukai setiap budaya dan seni yang ada pada kain tradisional tersebut. Kemudian dia olah kembali menjadi desain yang modern dan kontemporer tanpa menghilangkan budaya itu sendiri. Dan kini, bahan tekstil yang dibuatnya tidak hanya untuk menghiasi ornamen interior, namun juga untuk busana dan aksesori lainnya.

Koleksi SUKU. foto : masari. itjeher.com.

Untuk produk fesyen, ia memasukkan motif tribal. Karena menurutnya, motif tribal menggambarkan karakter mitologi, binatang, tumbuhan dan motif abstrak dari kekayaan alam sekitar. Dan dengan bahan yang juga ramah lingkungan seperti bamboo rayon dan natural dyes yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Buat kamu yang ingin mendapatkan koleksinya bisa melalui www.masarishop.com atau www.sukuhome.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here