Kain Tradisional Indonesia bernama Tenun Troso Mencuri Hati Pasar Eropa

0
838
Tenun Troso

Tenun Troso merupakan kain tradisional dari Jepara. Troso adalah nama salah satu desa yang terdapat di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di Desa inilah tempat komunitas pengrajin Tenun Ikat Troso berada.

Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat. Namun masyarakat Kabupaten Jepara dan sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan “Tenun Troso”.

Tenun Troso
Tenun Troso

BACA JUGA :

Tips Menjalani Eco Fashion

Batik Mega Mendung Karya Amanda Hartanto yang Terbaru

Cara pembuatan Tenun Troso ini lumayan rumit. Dimulai dari penyusunan benang yang ditata rapi berjajar yang disebut dengan ngeteng plangkan hingga penataan motif pada benang  yang akan ditenun. Kemudian proses penenunan menggunakan alat tradisional atau  Alat Tenun Bukan Mesin.

Kini, Tenun Troso dipilih oleh label tanah air Zelmira milik SMK NU Banat Kudus, Jawa Tengah untuk mencuri hati pasar Eropa. SMK binaan Djarum Foundation ini memang sudah eksis merambah pasar global yang diawali dengan Asia sejak 2016 lewat pameran dagang internasional Hong Kong Fashion Week.

Tenun Troso
Tenun Troso

Diwakili dua siswi jurusan Fashion Design yaitu Fitri Noor Aisyah dan Farah Aurellia, mereka mengikuti ajang fashion show skala internasional “La Mode” Sur La Seine à Paris pada tanggal 1 Desember 2018 kemarin di Paris, Prancis. Dalam show yang digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) tersebut, mereka membawakan koleksi Pre Fall/Winter 2018 bertema Troso Nimbrung.

Ditampilkan 24 outfit yang terdiri dari 12 modest fashion dan 12 busana konvensional. Pemilihan Tenun Troso ini sesuai dengan ciri khas Zelmira yang selalu memakai sentuhan material kain nusantara pada koleksinya. Mereka mengaku bahwa pemilihan Tenun Troso dianggap tidak terlalu rumit dan dapat mengikuti selera pasar Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here