Motif Tie Dye yang Kembali Tren di Tahun Ini

0
516

Tie Dye atau yang kita kenal dengan nama jumputan di Indonesia, kini kembali meramaikan dunia fashion dunia. Seperti yang ditampilkan oleh desainer mancanegara seperti Stella McCartney , Prabal Gurung dan R13 yang membuat koleksi ready to wear dengan paduan warna cerah.

Istilah tie dye digunakan untuk menyebut suatu teknik pewarnaan sekaligus motif pada kain. Dalam terjemahan bahasa Inggris tie dye artinya celup ikat ( tie artinya ikat dan dye berarti celup ). Di Indonesia sendiri, istilah tie dye jarang digunakan karena kita menyebut kain dengan teknik yang sama sesuai dengan beberapa istilah dari berbagai provinsi di Indonesia. Misalnya, masyarakat Palembang menyebut kain ini dengan istilah Pelangi atau jumputan, masyarakat Banjarmasin menyebut Sasirangan, dan masyarakat Jawa menggunakan istilah Tritik untuk kain yang sama.

Untuk mendapatkan motif yang unik dan beragam, biasanya para pengrajin menyisipkan biji – bijian, dedaunan, batu, kerikil, ranting pohon, karet gelang dan berbagai material lain untuk menambah keindahan kain yang telah dilipat, dijahit mengikat atau dijepit untuk menghindari bagian tersebut dari sapuan rendaman celupan warna.

BACA JUGA :

Forever 21 Diduga Rasis Karena Pemilihan Model

Tren Aksesori Bando 90an dari Prada

Cara membuat motif tie dye yang mudah :

Siapkan bahan-bahan sebaga berikut :

  • Kain berjenis Blaco atau Mori prima
  • Dua sendok Garam dan Cuka secukupnya
  • Dua liter Air untuk satu kemasan warna
  • Pewarna wenter
  • Kelereng atau uang koin
  • Karet gelang atau tali raffia
  • Kompor, sendok kayu dan ember

Cara membuatnya :

  • Pastikan kain dalam kondisi bersih
  • Membuat desain motif dengan mengikat Kelereng atau uang koin pada beberapa bagian kain menggunakan karet secara kencang dan bervariatif
  • Rebus air hingga mendidih
  • Setelah mendidih masukkan pewarna dan penguat yang berada dalam satu kemasan wenter (pewarna)
  • Tambahkan garam dua sendok makan dan cuka secukupnya disertai dengan mengaduk larutan hingga merata
  • Basahi kain yang telah diikati dan dibuat motif dengan air bersih
  • Celupkan kain tersebut pada cairan warna. Bila menginginkan satu warna, celupkan seluruh bagian kain dalam larutan pewarna yang mendidih
  • Aduk dalam waktu 20-30 menit agar warna merata dan merekat kuat
  • Apabila proses pencelupan warna selesai, kain diangkat dan dibilas menggunakan air dingin yang bersih
  • Kemudian sumua ikatan dilepas, kain ditiris dan dikeringkan
  • Setelah kering, rapikan dengan menyetrika kain tersebut

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here