Isu Sustainable & Ethical Fashion yang Diangkat di ISEF 2019

0
248
ISEF, Foto: Tim ISEF. Itjeher.com
ISEF, Foto: Tim ISEF. Itjeher.com

Menurut data dari World Economic Forum, industri fesyen masuk dalam kategori industri paling tercemar di dunia, setelah minyak dan gas. Industri mode berkontribusi dalam kerusakan lingkungan dan isu upah pekerja murah dan kondisi kerja yang buruk, maka itu, kampanye fesyen yang etis dan berkelanjutan menjadi topik utama pada ISEF 2019 ini.

Fesyen etis dan berkelanjutan memMerhatikan seluruh rantai pasokan dan siklus garmen, meliputi sumber, proses produksi, hingga etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan limbah lingkungan. Di Indonesia, fesyen etis sebenarnya sudah lama dipraktekkan dan menjadi bagian dari warisan budaya dan kekayaan alam nusantara.

BACA JUGA:

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang Keenam Sukses Digelar

Alasan Mengapa Stres Menyebabkan Sakit yang Beragam

Seperti penggunaan pewarna alam dari tanaman untuk pembuatan kain tenun dan batik. Kearifan lokal harus dilestarikan dan dioptimalkan untuk mengembangkan fesyen etis khas Indonesia. Fesyen etis dapat menjadi salah satu sumber pendapatan lokal dan nasional Indonesia yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi, lingkungan, sosial, maupun budaya.

Fesyen etis dan berkelanjutan yang relevan dengan prinsip ekonomi syariah dengan memerhatikan tanggung jawab sosial adalah bentuk implementasi nilai-nilai ekonomi syariah di industri fesyen yang dapat mendukung pengembangan industri halal global. Oleh karena itu, fesyen etis dan berkelanjutan harus dipromosikan untuk memastikan tidak adanya dampak bahaya terhadap lingkungan dan menghargai sumber daya manusia untuk kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

Melalui Indonesia Sharia Economic Festival, fesyen etis dan berkelanjutan mendukung Indonesia menjadi pemain di industri halal global. Dengan tema Embracing Sharia Economics For Stronger & Sustainable Growth untuk mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah nasional ke level global dalam mewujudkan Indonesia sebagai rujukan ekonomi keuangan syariah dunia.

Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) mempersembahkan “Sustainable & Ethical Fashion” sebagai rangkaian kegiatan ISEF 2019. Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menampilkan etalase karya 78 perancang busana muslim Indonesia melalui pameran Business to Business (B to B) dan rangkaian fashion show. Potensi buyer dalam dan luar negeri dihadirkan dalam perhelatan ini untuk dipertemukan dengan para perancang busana muslim Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi dan telah dibina untuk mempersiapkan brand dan produk siap ekspor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here