Eksplorasi Motif Seru Dalam Balutan Multi-Styling Ala Purana

0
106

Nonita Respati terkenal dengan kepiawaiannya mengeksplorasi kain buatan tangan Indonesia dalam berbagai teknik yang dituang ke atas potongan busana yang selalu seru. Kali ini, di koleksi Spring/Summer 2020, Purana mempersembahkan beragam motif batik yang berkolaborasi dengan seniman dari Tempa, dan juga menggandeng Amero Jewellery.

Sebanyak 30 look koleksi terdiri dari outerwear, dress dan top yang terinspirasi dari bentuk puzzle, juga sejumlah lounge set yang semakin lazim dikenakan para traveller, dan key items berupa black and white top dengan aksen kimono, dan black and white dress fungsional bagi penyuka gaya simpel dengan twist yang proporsional.

BACA JUGA:

Lip Gloss dengan Kilau Alami Terbaru dari Rosé All Day

2Madison Tampilkan Ilustrasi Susi Pudjiastuti di New York Fashion Week

Pameran Baru Yayoi Kusama di Usia 91 Tahun

“Sekarang ini para traveler senang memakai lounge set misalnya untuk long-haul flight, dan gaya ini juga ramah bagi mereka yang memakai jilbab,” direktur kreatif Purana, Nonita Respati, menjelaskan. Lounge set yang dapat digambarkan sebagai setelan kemeja dan celana panjang longgar bermotif sama, sudah beberapa musim belakangan ini sering hadir dalam koleksi berbagai label busana baik lokal maupun internasional.

Selain koleksi segar yang selalu bisa dipadu padankan dengan beragam item yang berbeda, koleksi kali ini bertambah spesial dengan motifnya yang didesain khusus oleh duo seniman asal Yogyakarta, Putud Utama dan Rara Kuastra yang tergabung dalam Tempa.

“Jadi dari karya seni dan desain Tempa yang sudah ada, kami membuat modifikasi supaya bisa diaplikasikan di baju. Saya minta mereka untuk mengambil inspirasi dari flora dan fauna yang khas Indonesia,” kata Nonita.

Purana dan Tempa mengangkat keindahan vegetasi Indonesia, dibubuhi keindahan kearifan lokal ‘teko blirik’ yang jenaka. Pada karya ini, Tempa ingin membagi kisah tentang sebuah keseimbangan, antara makhluk hidup dan semesta. Motif siang (berlatar putih) berkisah tentang setiap terbit matahari, suara seduhan air yang dituangkan ke gelas, kicauan dan tarian burung di udara. Motif malam (dengan dasar hitam) menyampaikan sebuah keseimbangan untuk mengistirahatkan pikiran. “Hadirnya bulan dan bintang adalah keheningan untuk merelakan datang dan perginya sesuatu,” papar Rara Kuastra dan Putud Utama, duo seniman Tempa asal Yogyakarta, atas ide di balik motif kolaborasi PURANA X Tempa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here