Kecantikan Motif Batik Kudus Rancangan Denny Wirawan

0
1256

Lagi-lagi keindahan dan kecantikan budaya Indonesia ditampilkan lewat perhelatan besar dan mengagumkan dari peragaan tunggal desainer senior tanah air, Denny Wirawan. Ia tidak hanya sekedar menampilkan koleksi terbarunya namun juga merayakan 20 tahun dirinya berkarya. Dengan peragaan busana yang bertajuk ‘Wedari’ , Denny mempopulerkan kembali batik kudus yang sempat berjaya sebelum era 1950-an. Tampak kolaborasi yang mewah antara motif batik dan 93 busana glamor lewat label Balijava yang ia persiapkan selama 1 tahun.

“Yang istimewa dari Wedari adalah saya terlibat dari awal terhadap pemilihan dan pembuatan batik motif Kudus. Bersama dengan Agam Riadi, kolektor batik, dan pembatik Kudus, kami menggali motif-motif asli batik Kudus yang pernah dibuat pada tahun 1920-an,” ujarnya. Denny menambahkan, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa Kudus ternyata menyimpan potensi fashion yang sangat besar. Meski dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di kawasan Jawa Tengah, Kudus juga menjadi produsen batik tradisional yang patut untuk diperhitungkan. Perkembangan batik di kota ini memang belum terlalu masif jika dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Pekalongan, atau bahkan Cirebon yang sudah dikenal sebagai produsen batik terbaik di Indonesia.

Hal inilah yang melatarbelakangi Denny Wirawan untuk mengangkat Batik Kudus sebagai satu dari sekian banyak warisan wastra di pesisir Jawa Tengah, Indonesia, pada tanggal 28 September 2017 lalu di di Ballroom Kempinski Hotel Indonesia. Proyek kolaborasi Denny bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, mencoba menelusuri kembali motif-motif batik kudus yang belum pernah terekspos. Dari risetnya, terungkaplah bahwa batik kudus kaya akan motifnya yang bernuansa alam. Sehingga tampak dominan motif flora dan fauna seperti  burung merak dan kupu-kupu pada koleksi batik yang dipadukan dengan warna cerah hingga warna dasar hitam. Namun gaun serba putih dengan detail romantis juga ditampilkan dengan aksen bunga, lace dan manik. Ditambah dengan perhiasan dari rumah aksesori Indonesia, yaitu Epajewel dengan gayanya yang edgy dan Tulola Jewelry dengan karakter lebih klasik.

Wedari tampil sebagai pagelaran busana yang penuh harmoni. Berbagai elemen seni dipadukan, mulai dari budaya, tarian, tata panggung, video mapping, hingga musik tradisional Kudus dan Jawa Tengah yang diciptakan oleh Yovie Widianto. Sehingga sangat terasa kental kekayaan budaya dan seni  Indonesia yang kita cintai ini.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here