Novelis Virginia Woolf Sudah Mengangkat Isu Perempuan sejak Era 20an

0
175
Novelis Virginia Woolf (Foto : Gisele Freud) itjeher.com

Novelis Virginia Woolf dikenal karena karya-karya tulisannya yang bernafas modern di eranya. Ia memang aktif menulis di tahun 20an, ketika era flapper dan perempuan menunjukkan pemberontakan paska Perang Dunia Pertama.

Sosok perempuan di era itu digambarkan mandiri, dan berani menempuh resiko. Sayangnya karya-karyanya yang kini diakui sebagai kecemerlangan penulis perempuan di era 20an, ternyata malah baru dikenal 50 tahun kemudian setelah diluncurkan.

BACA JUGA :

Mencoba Teknik Montase Ala Sergei Eisenstein

Inspirasi Tuxedo Perempuan Datang dari Marlene Dietrich

Novelis Virginia Wolf juga seringkali menulis tentang isu perempuan secara terbuka. Jika sekarang isu perempuan seperti upah yang lebih rendah ramai dibicarakan, maka ia sudah mengangkat isu ini sejak dahulu. Di salah satu karyanya In A Room of One’s Own, ia menuturkan bahwa tanpa kemerdekaan finansial perempuan tidak dapat mengekspresikan dirinya secara bebas. Masalah ini ia sebut bermuara pada pada pendidikan yang pada zamannya dianggap tidak adil bagi perempuan.

Dibalik pemikiran yang vokal, ternyata ada masa lalu buruk yang menghantuinya. Di usia 6 tahun, ia mengalami perkosaan oleh kakaknya sendiri, dan tidak bisa berbagi cerita karena ketika itu membicarakan masalah sex jadi hal yang tabu.

Di akhir hidupnya pun, novelis Virginia Wolf juga mengakhirinya dengan dramatis. Ia memenuhi saku mantelnya dengan batu hingga berat, lalu menenggelamkan diri di sungai pada 28 Maret 1941, dan baru ditemukan pada 18 April.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here