Teater Koma Menampilkan Pertunjukan Gemintang : Kisah Cinta Di Negeri Tanpa Cinta

0
929
foto : instagram/teaterkoma. itjeher.com.

Lakon “Gemintang” terjadi di sebuah negeri di mana manusia sudah melupakan ilmu pengetahuan dan mengabaikan pendidikan, lalu hanya bisa melakukan tindakan korupsi. Ketika kekuasaan dan kekayaan menjadi tujuan akhir, hingga segala cara dilakukan untuk meraihnya. Ketika anak muda mencoba memberontak, melepaskan diri dari jerat kebobrokan generasi sebelumnya. Inilah kisah manusia yang mencari cinta di negeri tanpa cinta.

Ketika keluarga tak mampu memberikan cinta, kepada siapa kita harus berharap? Bagi Arjuna, seorang astronom, harapan itu ada dalam wujud Sumbadra. Kepada Sumbadra, Arjuna sungguh mendamba. Ini bukan cinta orang biasa. Nama asli Sumbadra adalah Ssumphphwttsspahzaliapahssttphph. Dia berasal dari planet Ssumvitphphpah, yang berjarak 12 milyar tahun bumi. Walaupun begitu, Arjuna mantap membawa Sumbadra untuk menemui keluarganya.

Wibowo, ayah Arjuna, adalah seorang tokoh partai yang menjadi anggota Dewan Rakyat. Dia juga seorang koruptor. Kini, dia tahu, bahwa jejaknya sudah terlacak dan pihak yang berwenang mulai bersiap menggerebeknya. Di saat itulah, Arjuna datang memperkenalkan Sumbadra kepada Wibowo sekeluarga.

Bagaimana reaksi Wibowo dan keluarganya terhadap tamu istimewa tersebut? Apakah Arjuna dan Sumbadra bisa bersatu?

foto : instagram/teaterkoma. itjeher.com.

BACA JUGA :

Film Berjudul Lima yang Mengambil Ide dari Pancasila

Inilah Candi Budha yang Paling Terkenal di Seluruh Dunia

Iko Uwais Beradi Peran dengan Mark Wahlberg

Pertunjukan ini adalah pentas besar pertama Teater Koma di tahun 2018, didukung oleh Budi Ros, Ratna Riantiarno, Idris Pulungan, Salim Bungsu, Rita Matu Mona, Daisy Lantang, Dana Hassan, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Ina Kaka, Bayu Dharmawan, Dodi Gustaman, Sir Ilham Jambak, Julung Zulfi, Sekar Dewantari, Bunga Karuni, Febri Siregar, Joind Bayuwinanda, Tuti Hartati dan Rangga Riantiarno. Pentas ini juga melibatkan rekrutan baru yang sebelumnya mengikuti program PATEKO (Pembekalan Anggota Teater Koma) di awal 2018.

Produksi ke-153 Teator Koma ini, didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, yang akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, setiap hari, mulai tanggal 29 Juni hingga 8 Juli 2018, pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, tangga 1 Juli dan 8 Juli 2018, pukul 13.30 WIB.

Informasi pembelian tiket pertunjukan dapat menghubungi panitia melalui www.teaterkoma.org.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here