Budaya Ogoh-Ogoh dari Bali Meramaikan kota Jakarta

0
3849
ogoh-ogoh
ogoh-ogoh

Pawai Ogoh-Ogoh yang selalu dilakukan setiap tahun di Hari Raya Nyepi, menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia).

BACA JUGA :

Ketika Pantene Membuat Pameran Karya Seni

Perayaan Hubungan Indonesia dan Italia Lewat Pameran Seni

Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

Dan perayaan Tahun Saka 1941 (2019 Masehi) kali ini, pawai Ogoh-Ogoh tidak hanya dilakukan di Bali saja, melainkan juga di kota Jakarta. Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2019 kemarin, pawai ini dilakukan berbarengan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day).

Ratusan umat Hindu se Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang dan Bogor (Jabodetabek) sudah berkumpul sejak pukul 06.00 WIB di Patung Arjuna Wijaya (Patung Asta Brata) yang terletak di arah selatan Monas. Hujan yang turun sejak pagi hingga siang hari tidak menyurutkan peserta tetap semangat melakukan arak-arakan.

Ogoh-ogoh yang menyerupai Bhuta Kala itu ditandu oleh 10-15 orang yang diiringi alunan musik baleganjur yang dimainkan oleh 10 jemaah pura. Alunan musik itu pun menyemarakkan arakan ogoh-ogoh tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here