Pameran Seni di Bali Ungkap Mentalitas Patriarkis

0
3422
Foto : Instagram/umaseminyak itjeher.com
Foto : Instagram/umaseminyak itjeher.com

Isu perempuan yang terkait emansipasi dan kesetaraan gender sepertinya tak habis dibicarakan, termasuk di ranah kesenian. Sebuah pameran seni di Bali, tepatnya galeri Uma Seminyak, Badung pada 31 Maret hingga 13 April 2019 coba membahas masalah ini.

Pameran seni di Bali ini diberi judul Tanda Seru! dan diisi oleh 8 seniman perempuan, yaitu Aria Gita Indira, Citra Sasmita, Cristine Mandasari, Intan Kirana Sari, Irene Febry, Pangestu Widya Sari, Putu Sridiniari, dan Santi Permana.

Pameran dengan cantik membedah tantangan yang menghadang perempuan dalam memperjuangkan berbagai masalah. Yang paling dominan adalah mentalitas patriarkis yang ternyata juga sering muncul di kalangan seniman perempuan.

Bagi para seniman ini, karya yang ditampilkan adalah salah satu medium pergerakan untuk bersuara terhadap ketidakadilan yang dirasakan.

BACA JUGA :

Olahraga Ini Bisa Meredakan Depresi

Mengenal Diet Mediterania yang Dinobatkan sebagai Diet Terbaik di Dunia

Penampilan Legendaris BTS di Saturday Night Live

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah karya Putu Sridianiari yang meletakkan cermin konveks diantara patung berbentuk selangkangan dengan warna metalik. Melihat karyanya seakan mengintervensi urusan privat, yang sangat tidak nyaman dan tidak dibenarkan namun banyak dijumpai.

Pameran seni di Bali ini lalu menghasilkan narasi panjang tentang tubuh perempuan yang tak ingin lagi dinegasi, diobjektifikasi, dan direduksi. Para seniman ini ingin tubuh yang dimiliki bisa dapat perlakuan setara atas dasar kemanusiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here