Melestarikan Gerabah

0
718

Kamu tahu apa itu gerabah? Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Banyak yang mengartikan gerabah adalah bagian dari keramik. Yang membedakannya adalah keramik dibuat dengan menggunakan bahan alam seperti kuarsa dan kaolin serta memiliki permukaan yang halus dan mengkilap seperti porselin dalam wujud vas bunga, guci, tegel lantai dan lain sebagainya. Sedangkan gerabah terbuat dari tanah liat dalam wujud seperti periuk, belanga, tempat air dan lain sebagainya.

Gerabah diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Beberapa situs arkeologi di Indonesia, telah ditemukan banyak gerabah atau dulu disebut dengan tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. Gerabah yang paling sederhana dibentuk hanya menggunakan tangan dengan adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari), selain itu bentuknya kadang tidak simetris. Selain dibuat dengan teknik tangan, gerabah yang lebih modern dibuat dengan menggunakan batu dan roda putar.

Dalam rangka melestarikan karya budaya Indonesia ini, BBJ ( Bentara Budaya Jakarta) mengusung pameran gerabah dan keramik yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Menampilkan beragam gerabah dari dua daerah asalnya yaitu  Bayat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan Desa Sitiwinangun Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di pamerah ini, gerabah hadir bukan hanya sebagai produk kerajinan yang diperjualbelikan namun sebagai warisan leluhur yang harus dikembangkan dan dilestarikan.

Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan bayaran, yang berlokasi di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan , Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here