Keunikan Pakaian Adat Sasak yang Dikenakan oleh Jokowi

0
1375

Keragaman budaya di Indonesia yang sangat luas, membuat tanah air kita sangat kaya dengan pakaian adat. Dan kali ini yang sedang ramai dibicarakan adalah pakaian adat Lombok bernama Sasak yang baru saja dikenakan oleh Presiden Jokowi pada saat Sidang Bersama DPD-DPR di Senayan, Jakarta, tanggal 16 Agustus 2019.

Pakaian adat Suku Sasak ini memang memiliki keunikan tersendiri. Berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat kental dengan tradisi dan kebudayaan yang sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai yang tertanam sejak zaman nenek-moyang mereka.

Nilai-nilai inilah yang dipegang teguh oleh masyarakat Suku Sasak Lombok hingga kini, untuk menjalankan kehidupan. Mereka percaya, bahwa apa yang diterapkan oleh leluhur adalah suatu yang baik untuk merawat komunitasnya. Dan pakaian adat ini masih digunakan pada berbagai upacara atau ritual adat tertentu.

BACA JUGA :

Yuk ! Liat Instalasi Seni di MRT Dukuh Atas Jakarta

Jember Fashion Carnaval 2019 kembali Menampilkan Kostum yang Tidak Biasa

Khusus untuk pria, pakaian adat Suku Sasak ini disebut juga dengan pegon. Berbentuk seperti jas dan  memiliki akulturasi serta pengaruh dari tradisi Jawa dan jas Eropa. Percampuran ini dianggap sebagai lambang keagungan dan kesopanan.

Biasanya pegon memiliki warna hitam polos. Bahan polos ini dimodifikasi dibagian belakangnya sebagai tempat menyelipkan keris. Namun kali ini Jokowi memilih Pegon warna keemasan yang dipadu dengan kain songket hitam yang dikombinasi dengan emas.

Pakaian adat ini juga memiliki ikat kepala bernama sapuq atau sapuk.  Sapuk merupakan mahkota yang melambangkan kejantanan. Ikat kepala ini juga berfungsi untuk menjaga pikiran pemakainya dari berbagai hal kotor dan juga sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here