Kain tenun Sikka yang Menarik Perhatian

0
448

Ada satu kain Nusantara yang kini banyak diminati oleh turis lokal dan juga mancanegara. Yaitu kain tenun Sikka yang dibuat dengan mesin tenun tradisional. Kain tenun ini menjadi kain ikat pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat Indikasi Geografis.

Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM pada 8 Maret 2017 lalu. Tujuan dari sertifikat ini adalah untuk melindungi kekayaan intelektual hasil kriya bernilai tinggi ini.

Membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membuat motif yang indah, cantik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Menurut Tadeus, sebagai warga Sikka, ia belajar melestarikan warisan nenek moyang, termasuk mempelajari sejarah tentang kain tenun adat Sikka.

BACA JUGA :

Seniman Indonesia dibalik Kostum Moana dan Anna dari Frozen 2

Mencari Kain Tapis Lampung di Negeri Katon

 

View this post on Instagram

 

Kain tenun ikat khas Flores,Sikka adalah satu dari sekian banyak produk budaya tradisional khas Indonesia yang dibuat secara tradisional namun bernilai seni tinggi dan indah. Proses pembuatan produk warisan budaya khas pulau di bagian timur Indonesia ini melewati sejumlah proses yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Dalam mewarnai benang, pengrajin tenun ikat tradisional masih menggunakan pewarna tradisional yang didapatkan dari alam. Setiap daerah di flores atau etnis memiliki ragam motif, corak dan preferensi warna yang berbeda-beda dalam membuat kain tenun ikat. Keragaman tersebut merupakan bentuk pengejawantahan simbol-simbol yang merepresentasikan etnis, adat, religi, dan hal lainnya dari keseharian masyarakat Flores. . Website: www.tiketturindo.com LINE: tiketturindo.com Telp: 0811-292-4000 SMS/WA: 0857-675-98498 Download juga aplikasinya di Google Store #TiketTurindo #kaintenunsikka #flores #indonesia #wonderfulindonesia #travel #holiday #traveltips #tiketpesawat #tiketpesawatmurah #promotiketpesawatmurah #tiketpromo #promotiketpesawat #liburanseru #infotiket #travelgram #travelphotography

A post shared by Tiketturindo.com (@tiketturindo) on

Menurutnya, sebagai generasi penerus jangan hanya bisa jual, tetapi harus memahami sejarah kain tenun sikka. Ini bagian dari kita, generasi muda untuk menghargai warisan leluhur. Dan hingga sekarang, di Pasar Alok, Nusa Tenggara Timur (NTT), setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita,  merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan.

Salah satu lokasi tempat membuat kain tenun ini adalah Sanggar Budaya Bliran Sina. Di tempat ini wisatawan bisa melihat material hingga proses pembuatan kain tenun, mulai dari pemilihan benang, warna dan alat-alat yang digunakan terbuat dari bahan alami, sehingga mutu kain di sini terjamin.

Benang yang digunakan pun berasal dari kapas yang dipintal sendiri, lalu diwarnai menggunakan bahan-bahan alami seperti akar, batang, dan daun tanaman. Kain ini pun diklaim tidak mudah rusak dan pudar. Dan di Sikka, kain tenun tidak hanya dipakai untuk sehari-hari, tapi juga untuk upacara adat dengan motif yang berbeda-beda.

Selain dapat membeli langsung kain tenun Sikka,  saat berada di sanggar, wisatawan juga bisa menikmati beragam tarian dan musik tradisional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here