Retno Maruti kembali Menampilkan Pertunjukan Kumolo Bumi

0
337

Di dunia seni tari  Jawa klasik, nama Retno Maruti sudah tidak asing lagi. Ia adalah maestro. Ia telah membawa kesenian ini jauh melampaui batas waktu dan generasi. Ia telah menari di hampir sepanjang usianya yang 65 tahun, menampilkan seni tari tradisi ini dalam kebaruan.

Retno memberi ruh pada tari Jawa klasik yang selama ini selalu dianggap kuno dan membosankan. Tak heran, ia mendapat gelar sebagai Kanjeng Mas Ayu (KMA) Kumalaningrum dari Raja Surakarta PakuBuwono XII pada tahun 2002.

Dan pada tanggal 11-12 Oktober 2019 kemarin, Padnecwara yang merupakan sebuah Sanggar Tari milik Retno Maruti, kembali mengadakan pertujukan drama tari berjudul Kumolo Bumi, karya Rury Nostalgia di Gedung Kesenian Jakarta.

BACA JUGA :

Menikmati Wajah Kota di Festival Sketsa Indonesia

Indonesian Contemporary Art & Design 2019 Kembali Digelar

Pertunjukan kali ini merupakan persembahan Padnecwara di tahun ke-43.  Kumolo Bumi mengisahkan tentang seorang putri jelita, Adaninggar, yang jatuh cinta pada Penguasa Kerajaan Puser Bumi Jayengrana. Begitu besar api cintanya, sehingga dia pergi dari Negeri tumpah darahnya, Cina, demi sang pujaan hati.

Sementara dari negeri Kelan, ada seorang putri cantik, Kelaswara, yang juga mencari Jayengrana  karena cinta dan baktinya kepada negara Kelaswara melawan Puser Bumi.

Rury Nostalgia yang merupakan putri dari Retno Maruti sekaligus pengelola Sanggar Tari Padnecwara, mengaku bangga dengan perjuangan ibunya dan Padnecwara. Tak terasa 43 tahun sudah mereka sama-sama berjuang demi kelangsungan sanggar dan karya-karya tari jawa klasik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here