Berkunjung ke Kampung Karangkajen untuk Membuat Batik Ecoprint

0
532

Untuk membuat sebuah motif batik, kampung Karangkajen yang dahulu dikenal sebagai salah satu produsen batik tulis ternama di Yogyakarta, kini melakukan inovasi baru dengan menghasilkan batik Ecoprint.

Batik Ecoprint merupakan jenis batik yang dibuat melalui proses alami. Semua bahan yang digunakan merupakan bahan alami seperti daun, kayu, hingga tumbuh-tumbuhan. Proses pembuatannya memiliki waktu yang cukup lama, yaitu sekitar dua minggu untuk menghasilkan kain bermotif yang diinginkan.

BACA JUGA :

Kampung Tenun Sukarara Surganya Tenun Lombok

Kain Hasil Blusukan Oscar Lawalata dipamerkan di Senayan City

 

 

View this post on Instagram

 

You will never know guys how good doing these things can make you feel until you try 😱😱😱 . . Syukak kan kalau tiap hari happy, meski ga selalu deh ya. Hidup kan dah sunnatullah kadang seneng, seneng banget… atau kadang sempit, nyesek gitu. Semoga Allah karuniakan sabar n syukur di hati kita. . . Bikin Ecoprint juga gitu, ga selalu sukses, sometimes eh seringnya juga bikin baper, baper sedang, hingga tingkat dewa. Tapi justru feel-nya disana, kita jadi lebih berempati dengan lingkungan hidup, belajar menerima, memahami dan takjub sekaligus taat pada penciptaNya. . . Kadangkala duh…. Liat ijo-ijo seger damai, buka medsos lagi pada ribut-ribut. Back to nature 🌿🌿, Gusti Allah cuman bikin bumi sak uplik diantara bintang gemintang galaksi dan jagad raya yang dipilihkanNya untuk jadi rumah bermilyar manusia. Kok ga Jupiter aja ya Allah, yang lebih gede… Disana ga ada Godong Lanang apalagi Jolawe 😭😭😭 tsahhhhhh… . . Tanggal 30 Maret 2019, ECO.J kolaborasi #rumahzakat mo ngadain Talkshow terbatas “Natural Dyeing for Sustainable Fashion” πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ hidddiiihhhhhh itu bener tidak basa Enggresnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚…. Doa Qaqa-Qaqa cmuahhhhhhh ya πŸ’•πŸ’• . . #botanicalprint #botanicalecoprint #ecoprintingworkshop #leafart #leafprint #naturedye #naturaldyeing #natureinspired #naturelovers #desberbrontokusuman #desaberdaya #desaberdayakotaberjaya #karangkajen #kampungsainskarangkajen #tbmrumahasa #liteRZik #literasik #gogreen #dogreen #ftbm_kotajogja #relawaninspirasi #literasigayakami

A post shared by EcoprintJogja (@eco.j_ecoprintjogja) on

Dengan hadirnya batik Ecoprint, Karangkajen kini memiliki julukan baru, yakni Kampung Sains. Terletak di Jalan Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kampung Karangkajen menjelma jadi kampung wisata berbasis edukasi. Beragam kegiatan mulai dari pembelajaran fun scienceΒ  hingga pelatihan batik Ecoprint Β terselenggara di kampung yang dekat Masjid Jogokariyan.

Proses pembuatan batik Ecoprint ini dimulai dari pengumpulan daun yang akan menjadi motif pada kain. Terdapat beberapa daun yang dipilih seperti daun kersen, daun jati, daun belimbing, hingga daun lanang yang terbilang mulai langka di Indonesia. Daun-daun yang telah dikumpulkan selanjutnya direndam di air cuka.

Perendaman memakai air cuka ini untuk daun yang akan diterapkan pada media kain berjenis sutera. Tujuannya agar warna dan coraknya terlihat saat sudah jadi. Setelah direndam beberapa saat, daun itu ditata membentuk motif diatas lembaran kain yang direntangkan di lantai.

Yang pasti pola yang diterapkan di setiap kain juga tidak bisa sama persis. Hal ini membuat produk batik Ecoprint menjadi eksklusif karena tidak bisa diproduksi banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here