Pilihan Novel Sastra Untuk Mengisi Waktu Puasa

Siapa bilang karya sastra membosankan? novel sastra menjadi sangat menarik karena kamu  bisa mendapatkan beberapa sajak dan puisi yang indah. Siapa tahu kamu bisa mendapat isnpirasi dari sini. Ada beberapa buku sastra karya anak bangsa yang bisa mengisi waktu luang kamu menunggu waktu buka puasa. Dari kesan jenaka hingga percintaan serta pandangan hidup yang semuanya memiliki makna positif untuk kepentingan hidup manusia. Berikut pilihan novel yang bisa kamu dapatkan di toko buku terdekat.

  1. Surat Kopi

Karya : Joko Pinurbo

Didalam puisi ini Joko Pinurbo masih terkesan jenaka, seperti puisi lainnya. Puisi ini singkat, kalem, tapi memiliki makna yang cukup dalam. Seperti didalam puisi ini, Joko seolah menggambarkan bahwa dirinya tak bisa dilepaskan oleh secangkir kopi. Dengan secangkir kopi yang selalu dia teguk atau minum setiap harinya, itu secara tidak langsung bisa membuat dirinya terjauh dari hal-hal buruk yang disini didefinisikan dengan bunuh diri. Dan ungkapan ini seakan memberi makna bahwa hidup yang sederhana saja cukup dengan secangkir kopi dapat memberi kebahagian tersendiri.

Seperti salah satu kutipan dibawah ini :

Lima menit menjelang minum kopi,

aku ingat pesanmu: “Kurang atau lebih,

setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.

Mungkin karena itu empat cangkir kopi sehari

bisa menjauhkan kepala dari bunuh diri.

http://www.online-instagram.com/tag/jokopinurbo

 

  1. Melipat Jarak

Karya : Sapardi Djoko Damono

Novel yang berisi 75 sajak yang dipilih oleh Hasif Amini dan Sapardi Djoko Damono dari buku puisi yang terbit antara 1998-2015,  antar lain Arloji, Ayat-ayat Api, Ada Berita Apa Hari Ini dan Den Sastro. Dalam puisinya, Sapardi menyajikan pandangan tentang hidup, politik dan kadang disisipkan cinta. Menggunakan metafora dan permainan rima yang tidak terduga, untaian kata setiap paragraf menunjukkan kemampuan sang maestro dalam mengolah kata demi kata. Kadang memerlukan waktu berulang kali untuk memahami arti dari kutipan tersebut. Sehingga menjadi menarik dan membuat penasaran.

Salah satu kutipan :

“Yang paling menakjubkan di dunia yang fana ini

adalah segala sesuatu yang tidak ada. soalnya,

aku bisa membayangkan apa saja tentangnya,

menjadikan muara bagi segala yang luar biasa”

‘Melipat Jarak’: 75 Tahun Sapardi Djoko Damono

 

  1. Garis Waktu

Karya : Fiersa Besari

Garis waktu adalah kumpulan cerita atau rangkuman tulisan yang dibuat oleh Fiersa Besari, yaitu seorang musisi independen asal Bandung. Fiersa memulai eksistensinya didunia musik pada tahun 2012 dengan meluncurkan album berjudul “11:11”. Dan akhirnya membuat Garis Waktu yang merupakan buku pertamanya. Cerita yang diambil disini merupakan pengalaman hidup yang dialami oleh dirinya dan juga orang lain dan menjadi pembelajaran untuk memperoleh hidup lebih baik

Salah satu kutipan :

“Emosi hanya akan membuat seseorang menjadi bodoh. Marah tidak marah, masa lalu tidak bisa diubah. Dan angkara tidak bisa memperbaiki apapun”

“Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan cita-citamu juga sedang mendekatimu. Alam semesta bekerja seperti itu”

http://www.jurnalsaya.com/2016/12/pada-sebuah-garis-waktu-yang-merangkak.ht

 

 

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.

More Stories
Apa Bedanya Lip Gloss dan Lip Tint ?