Berusaha Menjadi Minimalis

Gaya hidup minimalis memiliki pengikut yang semakin bertambah. Berbicara tentang minimalis, tentu bukan hanya tentang menggunakan baju dengan potongan sederhana atau menata rumah dengan interior yang terlihat rapi dengan garis-garis yang bersih.

Mengadopsi gaya hidup minimalis berarti memahami filosofi hidup yang sederhana dan sadar untuk hanya memiliki barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Dengan bergaya hidup minimalis seseorang bisa bebas dari timbunan barang-barang yang tak terpakai, termasuk barang yang diyakini akan dipakai namun tak kunjung dipakai.

Seseorang yang menjalani gaya hidup minimalis berani untuk hidup dengan lebih efisien tanpa gangguan, sehingga kemanapun ia pergi yang dihirup adalah kebebasan.

Gaya hidup minimalis ini kemudian jadi populer di kalangan masyarakat Jepang. Salah satu penganutnya yaitu Fumio Sasaki, adalah seorang minimalis ekstrim yang mengaku hanya memiliki 150 barang di apartemennya. Sebagai editor, ia juga mempublikasikan buku berjudul “Goodbye, Things” yang memaparkan segala hal seputar gaya hidup minimalis.

Gaya hidup ini dikatakan terinspirasi dari Zen, yaitu sebuah ajaran tradisional yang berprinsip pada kesederhanaan dan keadaan yang hening. Ini tentu sangat kontras dengan masyarakat modern yang sangat konsumtif dan terobsesi dengan benda-benda.

Hidup dikelilingi dengan berbagai kemudahan mengakses benda-benda membuat manusia dapat diperalat oleh benda. Ketika telah menginginkan benda yang sudah diinginkan sejak lama, biasanya rasa puas hanya dirasakan sebentar sebelum akhirnya terganti dengan keinginan memiliki benda yang baru.

Banyak yang berkata menjalani gaya hidup minimalis di Indonesia menjadi hal yang sulit. Masyarakat terbiasa dengan budaya yang serba meriah, berbagai perayaan besar-besaran di hari raya, bahkan jika diingat adat berpakaian dan berias saja sudah jauh dari minimalis.

Padahal gaya hidup minimalis sangat banyak manfaatnya untuk masyarakat yang hidup di negara dunia ketiga ini. Masyarakat Indonesia seringkali dijadikan target pasar negara-negara asing karena daya belinya yang sangat tinggi. Dengan hidup minimalis, kita bisa lebih fokus pada membuat dan menemukan hal yang baru.

Lagipula jika berkaca pada kehidupan masyarakat Indonesia di masa lampau, ketika dengan bangga masih bisa melakukan swasembada pangan, masyarakat Indonesia kala itu jaya digambarkan sebagai sosok yang sederhana dan tetap berbudaya. Seharusnya kearifan seperti itu bisa kita ingat dan praktikan kembali.

Konsumsi memang tidak sepenuhnya buruk, namun jika dilakukan secara berlebihan dan tidak bertanggungjawab pasti akan menggerogoti diri sendiri. Menjadi minimalis memang tak mudah di tengah banyak tekanan yang timbul pada manusia modern, tapi kamu bisa memulainya dengan hal-hal yang paling sederhana. Seperti berhenti membeli hal yang tidak dibutuhkan, melakukan sortir pada isi lemari pakaian, tidak menimbun terlalu banyak barang, hingga sekedar membereskan tumpukan dokumen tak terpakai di kantor sesegera mungkin. Lakukan saja dari sekarang!

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.

More Stories
Ini Dia Tanda Produk Makeup Kadaluwarsa