Kocak tapi Satir ala Mice Cartoon

0
1699

Ibukota Jakarta yang merupakan Kota Metropolitan, punya banyak objek yang tak habis dibicarakan. Dari mulai masyarakat, kemacetan, mall, hingga pembangunan dimana-mana selalu menarik untuk dikomentari. Mice Cartoon, sebuah seri strip komik yang awalnya sukses mengeluarkan beberapa judul buku di bawah Benny and Mice beberapa waktu yang lalu tampil sendiri dalam gelaran ICAD 2018. Isunya apalagi jika bukan masyarakat Jakarta.

“Gak ada habisnya kita menghujat bangsa ini. Walau pada kenyataannya kita tetap hidup dan cari makan di negeri ini. Cobalah bisa menerima dengan lapang dada walau sedikit miris dengan segala bentuk budaya dan pola tingkah anak negeri…”

Tulisan ini tertera di tengah-tengah instalasi komik yang dicetak dalam bentuk material poster. Ditulis sendiri oleh sang komikus Muhammad Misrad alias Mice (ingat, walau penulisannya khas dengan nama kebarat-baratan yang membuat kita membacanya sebagai ma-is, sesungguhnya nama ini dibaca dengan sangat Indonesia, yaitu mi-ceu).

Menurut Mice, ia merasa bangga dengan jati diri orang Indonesia yang ‘sangat apa adanya’ dan jauh dari dibuat-buat. Jika dipikir-pikir ungkapan ‘apa adanya’ ini bahkan lebih cocok disebut sebagai ‘tanpa berpikir’.

Bagaimana tidak, di salah satu komiknya ini misalnya ia menggambar seorang pengendara motor yang berkendara melawan arus, bahkan di ruas jalan yang sudah diberi pembatas ditambah dengan umpatan pengguna jalan lainnya.

Benny and Mice juga menampilkan sesosok profesi yang sering terlihat di antara masyarakat Indonesia. Ia memberinya judul ‘Seniman Nggak Jelas’. Dideskripsikan sebagai seorang yang mengaku seniman tapi lebih suka membicarakan politik dan memberi kritik pada karya orang lain, sementara dirinya sendiri tak pernah terlihat menghasilkan karya yang bisa diperbincangkan.

Semua potret ini ia bungkus dalam seri instalasi komik yang berjudul “Indonesia Banget!”.  Judulnya saja sudah sangat sering diucapkan oleh orang Indonesia sebagai sebuah ‘pemakluman’. Jika ada sesuatu yang keluar dari koridornya, alih-alih dianggap nyeleneh dan wajib diperbaiki, hanya akan ditimpali dengan “Indonesia Banget!”, seolah-olah mengamini perbuatan para pelakunya hingga akhirnya membuat citra kacau balau masyarakat tersebut semakin melekat dan sulit dilepaskan.

Pengunjung mungkin tertawa dengan gambaran yang disajikan. Tapi pesan satir di dalamnya, semoga bisa membuat masyarakat bisa lebih sadar bahwa seharunya sesuatu yang “Indonesia Banget” bisa lebih baik daripada kenyataan pahit yang terpampang di depan mata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here