Makna Indah di Pernikahan Adat Jawa Mesty Ariotedjo

0
1535

Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo atau yang lebih dikenal dengan Mesty Ariotedjo, yang berprofesi sebagai dokter, model, dan pemain harpa baru saja resmi melepas masa lajangnya dengan lelaki yang kini sah menjadi suaminya bernama Garri Juanda. Pernikahan yang digelar di Hotel Ritz Carlton ini dimulai dengan akad nikah yang tertutup untuk keluarga dan orang-orang terdekat.

Untuk akad nikah, pasangan ini mengenakan busana tradisional berupa kebaya rancangan Biyan dan beskap berwarna putih lengkap dengan paes dan aksesori pendukung lainnya. Sementara, untuk resepsi, Mesty dan Garri beserta keluarga keluar menggunakan pakaian adat Jawa, yaitu Solo Basahan.

Kedua pengantin mengenakan kain kemben panjang dan lebar bernama kain dodot atau kampuh. Walau sekilas mirip dengan pakaian adat Jogja, tapi ternyata memiliki makna yang berbeda. Pada pakaian adat Solo Basahan, ada makna berserah diri pada sang kuasa mengenai masa depan pernikahan. Riasannya serupa dengan riasan adat Solo Putri yaitu dengan paes hitam pekat dan cundhuk mentul yang menandakan pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Foto : Instagram/mestyariotedjo
Foto : Instagram/mestyariotedjo

Mesty juga terlihat semakin anggun dengan juntaian bunga melati yang sudah dikenakannya sejak melangsungkan akad. Riasan sanggul ini tentu berbeda dengan riasan adat Jogja putri yang biasanya hanya menyelipkan bunga di samping bawah sanggul.

Sementara Garri di resepsi menggunakan kemben dodot, stagen dan jarik. Untuk adat ini, Garri tidak menggunakan blangkon, melainkan kuluk mathak atau topi yang memanjang ke atas.

Tampilan yang sangat tradisional dan pakem, dengan menggunakan pemangku adat Ibu Tienuk Riefki yang telah berpengalaman bertahun-tahun untuk pernikahan tradisional, membuat perayaan hari bahagia Mesty menjadi sangat mewah.

Foto : Instagram/mestyariotedjo

Nampaknya Mesty memang sangat cinta dan benar-benar ingin memegang adat budayanya untuk pernikahannya. Selain pernikahan yang dibuka dengan tarian Jawa, Mesty juga sebelumnya melangsungkan rangkaian adat seperti siraman, sungkeman dan midodareni.

Foto : Instagram/mestyariotedjo

Bahkan ia juga mengabadikan momen sebelum pernikahannya lewat foto pre wedding yang sangat sederhana, difoto tanpa warna dengan efek foto zaman dahulu menggunakan kain dan atasan lurik yang tak lekang waktu. Semoga menjadi doa bagi pernikahan dua insan yang akan langgeng untuk selamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here