3 Cara Jitu Meningkatkan Kreativitas Anak

Perkembangan kreativitas anak adalah salah satu hal yang sangat diinginkan oleh para orang tua. Kita kadang masih mengikuti stigma bahwa anak yang kreatif berasal dari orang tua yang memang memiliki bakat yang sama atau dengan kata lain kreativitas itu berasal dari gen. Tetapi menurut studi oleh Joanna Maria Kwaśniewska seorang psikolog dari Universitas di Polandia, bahwa  perkembangan kreativitas tidak saja turunan dari orang tua namun dari cara kebiasaan seorang ibu dan bapak menerapkan 3 cara dibawah ini kepada anak, yaitu :

  1. Melebihi Sifat Outgoing atau Ekstrovert

Dari sekian test kepribadian, setiap orang  memiliki tingkat introvert dan ekstrovert masing-masing, dan sebenarnya semua orang memiliki kedua sifat ini. Joanna menemukan bahwa ibu yang memiliki tingkat ekstrovert tinggi dan stabil secara emosional, akan mengembangkan pemikiran “outside-the-box” atau non-konformis. Anak kreatif cenderung menjawab pertanyaan dan memiliki persepsi bukan sekedar hitam-putih, tetapi pemikiran mereka sangat eksploratif, dimana mereka dapat dibimbing oleh melihat tempat-tempat yang dapat memancing kreativitas, seperti museum, galeri seni dan pertunjukkan musik.

  1. Mengajar Anak Melewati Pengalaman

Joanna telah mengkaji bahwa ibu atau orang tua yang memberi pengalaman seru kepada anaknya akan menghasilkan tingkat kreativitas tertinggi. Orang tua yang memprioritasikan pengalaman mempromosikan innovasi, ketekunan, dan dorongan untuk berfantasi dan mencoba sesuatu yang baru.

  1. Tidak Membatasi Anak Berkreasi

Orang tua yang mempunyai tingat kedisiplinan lebih tinggi dari sifat “outgoing” cenderung  membatasi kreativitas anak. Tentu tidak ada salahnya orang tua menyampaikan apa yang diinginkan, seperti orang tua ingin anaknya menjadi dokter atau lulus sarjana, namun Joanna menganjurkan agar orang tua juga dapat mendukung inovasi anaknya secara tepat, seperti membiarkan anak untuk bisa berkarya (membuat hasil karya), bermain piano, menari, melukis dan kegiatan kreativitas lainnya. Hal ini juga dapat membantu menghindari rasa jenuh terhadap rutinitas akademis yang dialami anak setiap harinya.

 

Kontributor : Callista Sandi

 

 

More Stories
Foto : Instagram/desawisatanglanggeran Itjeher.com
Menjajal Aktivitas Budaya di Desa Nglanggeran Yogyakarta