Karena Sir William Henry Perkin, Warna Ungu Tak Lagi Hanya Milik Kerajaan

0
1261
Warna Ungu oleh Sir William Henry Perkin itjeher.com

Sir William Henry Perkin adalah seorang ahli kimia asal Inggris yang jadi penemu pewarna sintetis dengan cara yang tidak sengaja. Dengan tujuan membersihkan eksperimen saat membuat quinine yang merupakan obat malaria di tahun 1856, ia menemukan warna ungu terang di campuran residu larutan kimia dan alkohol pada laboratoriumnya.

Dengan melewati beberapa proses pengujian, akhirnya ditemukan pewarna pakaian berwarna ungu yang kala itu disebut “mauvine”, dan ternyata bisa tahan lama.

Orang bisa saja mengaguminya sebagai penemu pewarna sintetis ungu biasa, tapi di era itu Sir William Henry Perkin bisa jadi sosok yang membuka pintu gerbang terbaru tren mode untuk rakyat dari semua kalangan.

BACA JUGA :

Arti Warna Ungu di Hari Perempuan Internasional 2018

Mengangkat Nilai Budaya dan Alam Indonesia Lewat Teh Caáya

Alicia Vikander yang Perkasa di Film Terbaru Tomb Raider

Bagaimana tidak, pada zamannya warna ungu adalah warna yang mahal dan biasanya hanya dipakai di kalangan kerajaan, bangsawan dan yang memiliki kekuasaan saja. Bahkan Ratu Inggris melarang rakyatnya mengenakan warna tersebut, kecuali anggota kerajaan.

Warna Ungu oleh Sir William Henry Perkin itjeher.com

Pewarna ungu sulit didapat dan biasanya didatangkan dari Tyre yang sekarang ada di kawasan Lebanon. Pewarna alami datang dari moluska yang berasal dari Laut Mediterania. Sekitar 9000 Moluska hanya bisa menghasilkan satu gram pewarna ungu.

Warna ungu bisa dikenakan oleh semua kalangan ketika penemuan Sir William Henry Perkin ini dipatenkan lalu diproduksi dalam jumlah yang banyak. Nama “mauve” sendiri menurutnya terdengar lebih modis dan berasal dari bunga dari Perancis yang berwarna ungu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here