Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Apa Itu?

0
562
Hari Tanpa Bayangan Itjeher.com

Rabu, 21 Maret 2018 nanti Indonesia akan mengalami Hari Tanpa Bayangan. Fenomena ini menyebabkan tidak akan ada bayangan di siang hari karena matahari tengah berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, saat kejadian tersebut berlangsung suhu permukaan bumi tetap dan tidak terjadi gelombang panas dan suhu yang lebih tinggi.

Peristiwa Hari Tanpa Bayangan bisa terjadi lantaran bumi mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dalam satu tahun. Garis edar bumi yang berbentuk lonjong menjadikannya bergerak lebih cepat atau lebih lambat.

BACA JUGA :

Program Kehamilan Sukses Siti Nurhaliza

Fashion Action x Itjeher

Usmar Ismail Sang Sutradara Film Tiga Dara jadi Google Doodle

Bidang edar bumi yang disebut ekliptika miring 23,4 derajat ke bidang ekuator sehingga matahari akan tampak di atas belahan bumi selatan sekitar setengah tahun dan setengah tahun lainnya di bumi selatan.

Saat matahari tepat di atas garis khatulistiwa, maka siang dan malam akan memiliki durasi waktu yang sama. Kota di Indonesia yang paling jelas mengalami hal ini diantaranya adalah wilayah ekuator seperti Pontianak, dan Kalimantan Barat.

Selain dua kota tersebut, Bonjol di Sumatera Barat, Kepulauan Batu di Nias Selatan Sumatera Utara, kepulauan Kayoa di Halmahera Selatan Maluku Utara, dan Pulau Waigeo di Raja Ampat Papua Barat juga termasuk yang bisa merasakan Hari Tanpa Bayangan Seutuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here