Ini Bukti Meghan Markle Terus Perjuangkan Hak Perempuan

0
625

Pangeran Harry dan Meghan Markle menikah pada 19 Mei 2018 lalu di Indsor Castle, tepatnya di St George’s Chapel, Inggris. Kini, Meghan pun telah resmi menyandang status sebagai Duchess of Sussex.

Sebagai anggota kerajaan yang baru, obsesi Meghan terkait kepedulian terhadap sesama pun memang nyata terlihat. Meghan pun diketahui sebagai advokat untuk partisipasi politik dan kepemiminan untuk perempuan di PBB pada tahun 2014 silam.

Terdapat 4 fakta tentang peran Meghan yang terus berjuang untuk hak-hak mengenai kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di seluruh dunia :

  1. Melawan Stigma Buruk Mengenai Menstruasi

Pada tahun lalu, Meghan sempat menulis esai untuk media Time terkait stigma buruk yang berhubungan dengan menstruasi dan kurangnya akses sanitasi (budaya hidup bersih) yang layak di daerah-daerah, seperti India dan Afrika. Dimana anak-anak perempuan (usia 12 dan 14 tahunn) di daerah tersebut sampai tidak bersekolah, karena tidak terdapat fasilitas yang bersih dan nyaman untuk perempuan. Lalu Meghan menganjurkan agar pihak pemerintah serta sekolah lebih memperhatikan dan memberi solusi perihal masalah ini.

BACA JUGA :

Resmi Jadi Anggota Kerajaan, Penampilan Meghan Markle Ramai Dibicarakan

Chrissy Teigen Tunjukkan Realita Seorang Ibu 

  1. Berjuang untuk Ketenagakerjaan Perempuan

Meghan juga bekerja dengan Yayasan Myna Mahila yang berjuang untuk peluang kerja perempuan. Organisasi nonprofit tersebut mempekerjakan perempuan-perempuan dari daerah kumuh di perkotaan Mumbai untuk membuat pembalut dengan harga terjangkau dan dijual di komunitas mereka.

Yayasan Myna Mahila diketahui juga merupakan salah satu dari beberapa badan amal yang mendapatkan sumbangan dari pernikahan Meghan dengan Pangeran Harry.

  1. Membawa Air Bersih untuk Anak-Anak

Selain perannya dengan PBB, Meghan juga diketahui menjabat sebagai Duta Besar Global Visi Dunia. Pada 2016, wanita 36 tahun itu pergi ke Rwanda untuk membantu mengumpulkan dana guna membawa air bersih untuk anak-anak di wilayah Gasabo, Rwanda.

  1. Mendukung gerakan #MeToo

Pada bulan Februari 2018 lalu dalam sebuah acara untuk The Royal Foundation, Meghan terjun langsung ke gerakan #MeToo dan Time’s Up (Menyebarkan Kesadaran Tentang Serangan Seksual). “Saat ini dengan begitu banyak kampanye seperti #MeToo dan Time’s Up,  tidak ada waktu yang lebih baik untuk terus melindungi para wanita di seluruh dunia dari masalah yang berhubungan dengan pelecehan seksual. Dan saya akan mendukung terus kampanye ini, “ ujar Meghan.

Penulis : Rani Ayu Utami

Sumber : Instyle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here