Kepergian Relawan Medis Razan al-Najjar yang Tewas Ditembak Israel

0
1170
foto : instagram. itjeher.com.

Kabar kepergian relawan medis Palestina, Razan Ashraf al-Najjar (21) menjadi sorotan dunia. Pasalnya, wanita muda itu tewas ditembak mati tentara Israel saat sedang menangani para demonstran Palestina yang terluka di timur Khan Yunis, Gaza, pada hari Jumat, tanggal 1 Juni 2018.

Menteri Kesehatan Palestina, Jawad Awwad, mengecam bahwa penembakan tersebut sebagai bentuk “Kejahatan perang”, dan pelanggaran terhadap aturan internasional. Dimana aturan tersebut menyebutkan bahwa paramedis berhak mendapatkan perlindungan pada saat konflik.

Yossef Abu Arrish, kepala layanan kesehatan Gaza, mengatakan tim medis yang termasuk Razan telah mendekati pagar Gaza. “Dengan tangan terangkat dan ketika mereka (paramedis) mengenakan seragam putih, para tentara tetap menembakkan granat gas air mata ke arah mereka,” ungkap Yossef seperti dilansir dari Press TV.

BACA JUGA :

Chrissy Teigen Tunjukkan Realita Seorang Ibu

Kunjungi Perpusataak Nasional RI yang Bikin Betah

Pada saat itu, Razan sedang berada di jarak kurang dari 100 meter dari pagar perbatasan. Ketika Razan hendak menolong korban demonstran, dengan mengenakan pakaian medis, Razan terkena tembakan dari salah satu militer Israel. Sempat mendapat pertolongan, namun nyawa wanita 21 tahun itu tidak tertolong lagi.

Baju putih yang menjadi kebanggannya pun dipenuhi warna merah yang berasal dari darah nya. Hal itu diketahui saat sang ibunda, Sabreen al-Najjar memeluk erat baju putih tersebut. Dilansir dari Aljazeera, dengan isak tangis, sang ibunda pun mengungkapkan bahwa, “dalam sekejap mata, dia keluar dari pintu, kemudian saya berlari ke balkon untuk mengawasinya, namun ia sudah berjalan ke ujung jalan.”

Lalu, rekan Razan, Rida Najjar yang berprofesi sebagai relawan medis mengungkapkan bahwa saat kejadian itu, Razan tidak menyadari bahwa dirinya terkena peluru dari Tentara Israel. “Pada awalnya, Razan tidak menyadari dia telah ditembak, tetapi kemudian dia mulai menangis dan berkata ‘punggung saya, punggungku’, dan kemudian dia jatuh ke tanah,” ungak Rida.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada 20 April lalu, Razan mengatakan bahwa dia merasa itu adalah “tugas dan tanggung jawabnya” untuk membantu korban yang terluka.  ” Tentara Israel berniat untuk menembak sebanyak yang mereka bisa. Tapi, ini gila dan aku akan malu jika aku tidak ada di sana untuk bangsaku, ” ujarnya.

Berbicara kepada The New York Times bulan lalu, Razan menggambarkan antusiasme yang dia miliki untuk pekerjaan yang dia lakukan. “Kami memiliki satu tujuan – untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi (orang-orang yang terluka). Kami melakukan ini untuk negara kami,” katanya.

Ribuan warga Palestina antarkan jenazah perawat medis kebanggaan rakyat Palestina, Razan al-Najjar ke tempat peristirahatan terakhir di Khan Younis di Jalur Gaza Selatan.

Penulis : Rani Ayu Utami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here