Setelah 55 tahun Gunung Agung Kembali Meletus

0
1092

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Pura Besakih, yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali, terletak di lereng gunung ini.

Pada tanggal 2 Juli 2018 pukul 9 malam, masyarakat Bali dikejutkan oleh suara ledakan keras dari Gunung Agung. Abu vulkanik membumbung 1.000 meter hingga 2.000 meter dan melontarkan lava pijar sejauh 2 kilometer. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar.

BACA JUGA :

Kunjungi Desa Wisata di Banyuwangi Seperti Sri Mulyani

Taman Bunga Ala Eropa di Yogyakarta

Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.

Gunung Agung terakhir meletus pada Februari 1963 hingga Januari 1964. Tepatnya pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk lokal mendengar suara letusan keras dan melihat asap tebal keluar secara vertikal dari puncak Gunung Agung. Letusan ini mengeluarkan abu panas dan gas setinggi hampir 20.000 meter. Lahar terus mengalir selama 20 hari dan mencapai kejauhan hingga 7 km.

Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa di gunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat Bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.  Masyarakat percaya bahwa letusan Gunung Agung pada tahun 1963 merupakan peringatan dari Dewata. Dalam catatan sejarah, Pura Besakih dan Gunung Agung menjadi pondasi awal terciptanya masyarakat Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here