Program Three Ends untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
781

Masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum diatasi. Walaupun sudah ada ketetapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, bahwa keduanya berhak mendapat perlindungan yang adil, namun kekerasan masih saja terjadi. Khususnya di beberapa kota di Indonesia, seperti Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang memiliki kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki, sehingga terjadi ketidakadilan prilaku terhadap perempuan.

Untuk mengatasi hal tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ibu Yohana, telah mencanangkan program unggulan dalam upaya mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak. Yaitu Three Ends yang merupakan program untuk merangkul semua elemen anak negeri agar bergerak bersama mengatasi masalah ini. Tiga masalah utama yang harus diakhiri yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi.

BACA JUGA :

Berkenalan dengan Aries Susanti Rahayu Pemanjat Tebing Wanita Tercepat

Jaket Asian Games Jokowi yang Diburu Masyarakat

Pengenalan Teknologi Informasi. itjeher.com.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah tindakan terpuji dan harus segera diakhiri. Fakta lain yang membuat saya miris adalah mayoritas pelaku kekerasan dan eksploitasi perempuan dan anak, ternyata orang dekat korban. Kebanyakan pelaku ternyata merupakan orang-orang yang biasa tinggal satu rumah dengan mereka atau juga berada satu lingkungan dengan mereka,” ujar Menteri Yohana.

Dalam kunjungannya di Kota Ternate pada tanggal 24 Agustus 2018 kemarin, Menteri Yohana juga melakukan peninjauan pelatihan peningkatan produktivitas melalui teknologi informasi bagi pelaku Industri Rumahan (IR) di Kampus STIKOM Ternate.

Di Provinsi Maluku Utara sendiri, akan dilakukan pelatihan kepada 400 orang pelaku IR yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota. Tahap pertama di laksanakan di Kota Ternate dengan peserta 80 orang pelaku IR. Adapun materi yang akan disampaikan adalah pengenalan teknologi informasi bagi pelaku IR, kemudian penghitungan biaya produksi dan harga jual, memasarkan produk menggunakan media sosial, korespondensi dan surat menyurat, membuat profil usaha dan pengajuan kebutuhan dana.

“Saya berharap dengan mengikuti pelatihan teknologi informasi, para pelaku Industri Rumahan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung usaha yang mereka punya. Pelatihan ini juga merupakan langkah Kementerian PPPA dalam mengakhiri kesejangan ekonomi bagi perempuan. Kita sebagai perempuan hebat harus bisa membuktikan bahwa kita bisa melakukan apa yang laki-laki kerjakan. Perempuan Indonesia, Perempuan Hebat!,”  ujar Menteri Yohana.

Sedangkan strategi pencegahan kekerasan terhadap anak juga disampaikan oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin. Bahwa Kemen PPPA mempunyai program yang sifatnya pencegahan kekerasan terhadap anak yang dilakukan mulai dari lingkungan terdekat anak yakni keluarga, karena keluarga adalah pengasuh pertama anak yang berpengaruh dalam membangun karakter anak.

“Keluarga juga merupakan tempat anak-anak memperoleh hak-haknya sekaligus tempat anak-anak mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya dalam suasana yang menyenangkan. Kemudian kami juga sangat mendukung partisipasi anak dalam Forum Anak, karena disitu anak diajarkan cara menghadapi tindak kekerasan dan bagaimana anak dapat aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang,” tambah Lenny.

Untuk menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlu bermitra dengan lintas sektor yakni masyarakat itu sendiri, pihak swasta, organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan media massa. Dengan adanya program Three Ends diharapkan upaya solutif untuk mengakhiri tiga masalah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama dapat segera terselesaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here